Tjurhat Review: Janji Joni - Ketika Cowok Cuma Bisa Bikin Janji!

by - 12:48



Hidup ini macam bioskop saja. Kalau kau terlambat, film akan mulai tanpa kau. Bioskop takkan nunggu kau.” – Pak Ucok.

Pak Ucok mungkin gak tau, kalau orang ketinggalan nonton di bioskop, bisa streaming di situs-situs film. Ya ya, itu yang gue lakuin waktu pengin nonton film Janji Joni arahan sutradara Joko Anwar.

Jauh sebelum kepalanya kepentok batu nisan terus bikin film-film yang-kalo-lu–penakut-mending-tiduran-di-kosan-aja kayak Modus Anomali, Kala dan Pintu terlarang, Joko Anwar adalah sutradara yang cukup asyik nyiptain film ringan tapi punya pesan moral yang bisa bikin Setya Novanto ngaku korupsi.

Sebut aja Arisan! (penulis), Janji Joni (sutradara), Quickie Express (penulis), dan Jakarta Undercover (penulis). Tiga film pertama yang disebutin adalah film komedi yang tetep lucu walaupun enggak pake stand up comedian. Info yang sungguh sangat penting wahai saudaraku.

Seperti yang udah kamu baca di judul tulisan ini, kemarin gue nyempetin buat nonton lagi film Janji Joni di Layar Kaca 21. Karena ngerasa bersalah dan disindir terus sama pacar gue karena nonton film Indonesia tapi bajakan, akhirnya gue nyoba mengapresiasi karya Joko Anwar ini lewat review film, Asiik.

Sebenarnya gue paling gak bisa buat nge-review film, terakhir gue nyoba review film di blog ini, viewer-nya cuma 20. Itu pun gue refresh 17 kali.

Yaudah mari kita mulai aja review Janji Joni.

Mulai dari nol ya pak

bukan, bukan! ini bukan di SPBU.



Film ini dibuka oleh prolog dari Nicholas Saputra alias Joni. Doi nyeritain seputar bagaimana industri film bioskop era 90-an bekerja. Di balik proses pembuatan film diputer ((DIPUTER)) di bioskop dan dinikmati khalayak ramai, ternyata butuh proses pelik yang banyak orang gak tahu.

Bioskop yang kala itu masih mengandalkan rol film untuk menayangkan film, membuat peran pengantar rol film jadi penting. Apalagi, setiap dua bioskop cuma dikasih 1 copy film yang terdiri 6 rol yang harus dipake gantian. Alhasil enggak ada tuh bioskop di zaman itu yang muterin film yang sama di jam yang berbarengan.

Andai si pengantar rol film telat waktu nganterin rol ke bioskop, maka film akan terhenti di tengah jalan lalu muncul tulisan “MOHON MAAF, TUNGGU FILM” di layar.

Itulah tugas Joni, si pengantar rol film.

Cerita makin seru waktu Joni enggak sengaja ketemu cewek yang lagi ngantre tiket. Sayangnya, cewek yang diperanin sama Mariana Renata ini udah punya pacar bernama Otto (Surya Saputra). Otto ini orangnya emosian banget. Bawaannya kayak pengin masuk ring terus nyemeck orang-orang yang ganggu dirinya.

Ngerasa punya celah dari sifat Otto itu, Joni pun memberanikan diri buat deketin si cewek. Tapi tentu aja tidak dengan gaya menabrak si cewek sembari menjatuhkan tumpukan buku yang dipungut barengan sambil tak lupa saling bersentuhan tangan.

Atau juga dengan cara bawa mobil lalu menabraknya di tengah jalan, lalu membawanya ke rumah sakit, lalu satu bulan kemudian mereka jadian.

Ya selain itu cuma ada di dunia FTV, Joni cuma pengantar rol film, yang dia punya cuma motor CB keluaran 70-an.

Joni yang udah pede banget buat nyari tahu tentang nama si cewek, ternyata ditolak mentah-metah. HELO JOKO ANWAR, BAGAIMANA NASIB KAMI-KAMI, KALO COWOK SEKELAS NICHOLAS SAPUTRA AJA BISA DITOLAK!

Untungnya, si cewek gak gitu aja nolak Joni. Si cewek cuma ngasih tahu namanya kalau Joni dapat memenuhi janjinya untuk mengantar rol film yang akan ia tonton tepat waktu.



Ngerasa emang tugasnya dan gak pernah telat buat nganter rol film, ia pun mengiyakan dan Joni berjanji buat nganter gulungan film itu tepat waktu.

Oke Joni apakah kamu mampu mengantar rol film ini tepat waktu?

Oh tentu saja tidak saudaraku sekalian. Alam seakan ikut berkonspirasi untuk mengagalkan janji joni.

Banyak rintangan yang harus Joni lewati layanyak lagi ngikutin acara benteng Takeshi.

PERTAMA: Motor CB andalan Joni buat nganterin rol film dari satu bioskop ke bioskop lainnya dimaling sewaktu dia bantu orang buta nyebrang jalan. Pak Polisi yang diminta bantuan buat ngejar si maling, malah nyalahin Joni yang enggak ngunci stang tuh motor. Cewek-cewek di luar sana yang mau puk-pukin mas Nicholas, boleh loh.

KEDUA: Gak mau pasrah gitu aja, Joni lalu naik taksi yang disupiri oleh Jaka yang ternyata diperankan oleh Barry Prima demi mengantarkan rol film. Apesnya, si Jaka alias Barry Prima ini cerewetnya kayak supir uber yang sok asik ngomongin perekonomian negara Bangladesh.

Sampai ada satu momen di mana si Jaka nyeritain tentang istrinya yang lagi hamil 9 bulan. Joni merasa risih dengan keadaan ini. Tapi tenang Jon, ini baru set up dari bencana yang akan kamu terima.

KETIGA: Seperti sebuah kebetulan, mas supir cerewat ini gak sengaja melewati kerumunan orang di halte. Dan ternyata kerumunan itu disebabkan oleh adanya seorang ibu-ibu yang mendadak hamil. and gues what... si ibu-ibu itu adalah istri dari si supir taksi yang ditumpangi Joni. Mau gak mau, Joni harus ikut mengantarkan si ibu-ibu hamil itu ke rumah sakit.

KEEMPAT: Nasib apes kayaknya belum mau ninggalin Joni gitu aja. Sewaktu nyari jalan pintas, Joni gak sengaja masuk area syuting dan masuk frame. Ngeliat tampang Joni yang lumayan, sang sutradara (Ria Irawan) pun tertarik untuk menjadikan Joni artis figuran. Waktu terus terbuang kawan.

KELIMA: Lepas dari cengkraman si sutradara, lagi-lagi Joni harus ngadepin masalah pelik. Tas yang isinya rol film, dijambret oleh seorang gadis yang bernama Voni (Rachel Maryam).



KEENAM: Untungnya, berkat bantuan Toni (Dwiky Riza), yang ternyata adik dari Voni, Joni bisa nemuin keberadaan Voni. Sayangnya, buat dapetin tas itu, Joni harus bantu Voni lolos audisi band yang mana bandnya kekurangan drummer. Mau gak mau, Joni pun jadi drummer dadakan. Kamu yang pengen litat Nicholas Saputra kesurupan Travis Barker, harus liat adegan ini.

KETUJUH: Selesai bantu Voni lolos audisi band, ternyata tas yang isinya rol film itu udah dijual kepada raja pencuri Adam Subandi (Sudjiwo Tedjo). Apa yang bakal dilakuin Joni? Oke ini adalah scene terbaik yang ada di film Janji Joni menurut gue. Jadi gue gak mau ceritain di sini.

Bagaimana nasib Joni selanjutnya? Apakah ia berhasil mendapatkan nama si cewek?

Yang jelas banyak pesan moral yang bisa dipetik ((DIPETIK)) dari film ini. Termasuk dari petuah-petuah yang dilontarkan oleh Pak Ucok (Gito Rollies) yang notabene sahabat karib Joni.

Oia, karen review film itu harus ada ratingnya yang dilambangkan dengan bintang. Maka gue juga mau ngasih rating tapi dalam bentuk bulan aja supaya agar anti-maintream.

Dari 1 sampai 9, film Janji Joni gue kasih:


8 BULAN!! ALIAS MAU LAHIRAN!!

You May Also Like

9 comments

  1. Film terbaik Jokan. Pengabdi Setan mah lewat.

    ReplyDelete
  2. kyknya cucok ni pilem.
    so far filmya nikolas yg gue tonton hnya soe hok gie doank.

    ReplyDelete
  3. Gila, jadul bener tontonannya. Hahaha. Gue bahkan udah lupa sama film ini. Mungkin perlu nonton ulang. Quickie Express juga oke tuh. Paling inget dialognya yang mending jadi gigolo daripada MLM.

    Sepakat sekali soal tetap lucu yang tanpa komika. Ehhh.

    ReplyDelete
  4. WAAAAAH REVIEWNYA LUCUK MEONG HAHAHAHAHAK. Sukaaaaaaaa. Kayaknya juga kamu ngerasa relate sama film ini. Huehehehehe.

    Oh iya, aku paling suka sama sistem pemberian ratingnya. ((PEMBERIAN)). Ditunggu tulisan soal film yang ratingnya pecah ketuban, Don.

    ReplyDelete
  5. Keren Reviewnya sob...

    LIHAT DISINI UNTUK TEMPATNYA DOWNLOAD GAME & APLIKASI ANDROID

    ReplyDelete