Cara Mengenali Foto-Foto Caleg di Pinggir Jalan

by - 13:10


"Ini siapa bgssssstttttt!!!" ucap gue dalam hati ketika melihat adanya sebuah poster bapak-bapak berpeci hitam di depan rumah.

Setelah diperhatikan, poster bapak-bapak berpeci hitam itu adalah bagian dari kampanye jelang pemilihan umum alias pemilu 2019.

Seperti diketahui, di tahun 2019 jadi tahun penting bagi peta perpolitikan Indonesia. Di bulan April nanti, masyarakat Tanah Air bakal direpotkan dengan memamerkan jari berwarna ungu di Instagram memilih orang-orang yang dipercaya untuk duduk di posisi-posisi penting dalam tatanan negara.

Bagi gue, pemilu 2019 kali ini bakal jadi kesempatan kedua menentukan masa depan bangsa. Sebelumnya waktu tahun 2014 lalu gue juga punya hak pilih. Sayangnya, karena waktu itu lagi KKP di luar kota, terpaksa gue melewatkan mencoblos pemilihan presiden.

Nah, di tahun ini gue tentunya gak mau melewatkan lagi pemilihan presiden. Meskipun menurut gue pemilihan presiden sekarang ini udah gak sehat. Kalau gak hati-hati baca informasi, bisa kejebak sama narasi politik yang dibuat oleh masing-masing tim sukses.

Buat yang belum tahu, kita gak cuma milih capres doang lho. Di pemilu 2019, kita kudu milih sepasang presiden dan wakil presiden, 575 anggota DPR RI, 136 anggota DPD, 2.207 anggota DPR Provinsi dan 17.610 anggota DPRD Kota/Kabupaten. 

Mampus banyak banget kan tuh!



Pas mau nyoblos nih, kita juga bakal dikasih 5 kertas yang setiap kertas mewakili bagiannya masing-masing.

Abu-abu: Kertas suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Kuning: Kertas suara untuk memilih anggota DPR RI.

Merah: Kertas suara untuk memilih anggota DPD RI.

Biru: Kertas suara untuk memilih anggota DPRD Provinsi.

Hijau: Kertas suara untuk memilih DPRD Kota / Kabupaten.

Makin bingung kan? SAMA BRO!



Kertas abu-abu sih gampang, pilihannya cuma dua. Nah, gimana sama kertas Hijau, di mana kita mau milih caleg buat jadi anggota DPRD Kota/ Provinsi? Jangankan tau namanya, kenal mukanya aja kaga sob!

Untungnya, di zaman teknologi serba maju ini, kita gak kesulitan lagi buat nge-track caleg-caleg di daerah kita. 

Tinggal masuk ke https://infopemilu.kpu.go.id/pileg2019/dapil/view, pilih lokasi di mana kamu terdaftar sebagai pemilih, dan voila kamu bisa tahu deh nih profil si caleg ini. Mulai dari pendidikannya, visi misinya, sampai waktu jumat'an pernah milih duduk di deket tiang atau enggak. Maaf yang terakhir mah gak ada ya.

Sayang, fitur mutakhir ini nyatanya gak bisa dimaksimalkan. Banyak caleg yang memilih buat mengunci profil dirinya. Ya otomatis orang-orang jadi enggak tahu dia ini siapa. Huuft.



Salah satu cara gue buat nentuin siapa caleg yang kudu dipilih adalah dengan memerhatikan poster, baner, dan baliho yang ada di pinggir jalan. Termasuk poster bapak-bapak berpeci hitam yang nangkring di depan rumah gue.

Karena emang enggak tahu mereka ini siapa, gue pun iseng buat nyari tahu di google. Dan ini hasilnya:

1. EKA GUMILAR



Ini adalah poster caleg yang paling banyak terpajang di sekitaran rumah gue. Dan tentu aja dong, gue enggak tau siapa sih bapak-bapak berpeci ini

Sebelum Googling: Dari tampilan posternya, sosok yang satu ini cukup niat. Diliat dari perubahan namanya jadi Eka 9umilar, yang di mana angka 9 ini nandain kalau dia ada di urutan ke-9 di daftar caleg Partai Gerindra. Tapi ini agak rancu sama sama nama Eka yang punya arti 1. Jadi, mau 1 apa 9 nih bapak Eka 9umilar?

Setelah Googling: Masuk ke google dengan keyword Eka Gumilar, gue langsung menemukan beberapa berita tentang Eka Gumilar. Dan kebanyakan berita-beritanya datang dari situs/ media sayap kanan. 

Dari berita-berita itu, diketahui Bapak yang satu ini ternyata adalah pendiri Barisan Putra Putri Indonesia (Bara Api) yang tentu kita semua enggka tau itu organisasi apaan. Mungkin kalau gue bikin organisasi "Orang-orang yang enggak tahu barisan putra putri Indonesia" bakal lebih banyak anggotanya.

Eka Gumilar juga punya akun twitter @ekagumilars, yang sayang isinya lebih banyak konten negatif dari pada penyampaian visi misi huhu.

2. RIDWAN PURWANTO


Sebelum Googling: Yang pengin bertanya kenapa pose fotonya gitu, sama gue juga penasaran banget. Kalau foto ini dipajang di depan salon atau alat kosmetik, mungkin kita juga bakal percaya kalau bapak Ridwan Purwanto ini adalah sebuah hasil sukses dari produk kecantikan.

Setelah Googling: Agak susah mencari informasi Bapak Ridwan Purwanto di Google. Sampai akhirnya gue menemukan video beliau yang berisi penyampaian visi misi jadi anggota legislatif Kabupaten Bogor.


Inti dari videonya, Bapak Ridwan Purwanto pengin semua anak-anak di Kabupaten Bogor bisa sekolah secara gratis. Duh, janji-janji surga yang udah klise banget sih ini.



3. YONSAH MINANDA


Sebelum Googling: Ngeliat logo Partai Berkarya dengan tempelan foto Tommy Soeharto aja udah bikin nafsu makan ilang. Huhu kasian Bapak Yonsah harus bergabung bersama partai ini

Setelah Googling: Ternyata Bapak Yonsah adalah seorang notaris yang dulunya sempet gabung di Partai Perindo. Kini bersama Berkarya, Bapak Yonsah mencoba memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam setiap keputusan dan kebijakan politik pemerintah. Hmm oke juga nih visinya.

4. SAHRUL GUNAWAN


Sebelum Googling: FAAAAK INI TIM SUKSESNYA KELEWAT KREATIF MASANG TAGLINE SI JUN NYALEG!!!!!

Setelah Googilng: Tanpa googling pun, sebenarnya gue udah tau siapa Sahrul Gunawan. Tapi gue baru bener-bener tau kalau dia terjun di Politik. Gue takut aja pas kepilih nanti, si Jun bisa bikin semua rakyat Bogor sejahtera dengan bantuan Jin. Astagfirullah, sungguh perbuatan musyrik.

Nah, kalau kalian udah nyari tahu siapa aja caleg-caleg yang mau dipilih nanti enggak? Atau mau apatis dan gak peduli aja?

You May Also Like

31 comments

  1. AHAHAHAHAHHAHA

    Direview satu-satu dong
    Niat bener :)))

    gue bukan termasuk tipe yang doyan hal hal perpolitikan di Indonesia sih. Bete nya itu nanti abis liat suatu informasi dari kubu yang onoh, atau yang satunya lagi, kita ikut kepikiran. bisa sampe malam. bisa sampe nggak tidur

    bahkan yang nyalon bukan siapa-siapanya gue

    Belum lagi kalo yang nyebarin itu member grup whatsapp keluarga besar
    Nanti karena beda kubu jadi pada berantem

    Sekali lagi karena ngebelain calo, yang nggak ada hubungannya sama kelaurga besar

    Liat temen temen jadi gak main bareng lagi abis debat sengit soal caleg yang lebih baik...

    Liat orang di sosmed pada adu komen saling ngebela dan ngejelekin

    I mean, NO

    Kalo nanti nggak ngantuk dan jadi masuk TPS, gue hanya akan pilih capres yang onoh, dan caleg nya tinggal liat mana foto yang paling jelek. jadi bisa dirusakin mukanya pake coblosan hahahahhaha

    #Jahanam

    Btw hati-hati ngereview orang bro. takutnya ada timses yang baca dan merasa gak suka

    P.S.
    Link nya udah ditambahin ke daftar blog aktif 2019 versi gue yaa
    Salam blogger :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini yang gue maksud politik sekarang udah gak sehat. Dibanding mengadu visi dan misi, orang-orang yang suka debat politik di sosmed malah lebih banyak jelek-jelekin lawannya masing-masing huhu.

      Haha itu cuma pendapat gue aja sebagai orang yang awam dan cuma modal googling nama mereka di internet. Ya abis, cuma nampilin foto di pinggir jalan, jadi mana tau kita visi misi mereka tuh apa aja

      Delete
  2. Wqwqwq. Rajin amat difoto dan jadi tulisan blog. Kalau gue bikin beginian juga kayaknya bisa sampai puluhan. Jakarta banyak bener poster-poster calonnya, padahal ini gue lihatnya masih di wilayah gang. Pusing sumpah melihat wajah-wajah yang enggak gue kenal. Satu-satunya yang gue tahu: Uni Fahira yang di Twitter suka kultwit dengan basmalah itu.

    Apakah artis yang udah kurang laku harus selalu terjun ke politik, ya? Citra Jun dan Om Jin tak akan sama lagi sehabis lihat poster itu. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wk saking bingungnya mau nulis apa, jadi nulis politik di blog

      Wah kalau Jakarta sih jangan ditanya lagi, tiap 1 meter pasti bakal nemu foto-foto caleg yang entah mereka ini siapa.

      Wk jadi lu di dapil yg ada Uni Fahiranya? Semoga jangan salah pilih deh ya.

      Tapi ada juga beberapa artis yang emang punya passion di politik, misalnya Primus atau Dedy Mizwar

      Delete
  3. Wah lengkap sekali pembahasannya sampai profil calegnya.

    Gue sampai sekarang belum tau lagi mau milih pemimpin dan wakil rakyat siapa. Tapi patut di coba nih, kita harus tau dulu siapa pun orang yang akan kita pilih.

    Aku nanti bismillah aja lah, mudahan siapapun yang terpilih bisa menjaga amanah yang baik.

    Yang terakhir kenapa tidak jin nya aja yang ikut caleg, haha becanda 😂🤣 *kreatif sih biar orang ingat mungkin iya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setidaknya cari tahu dulu siapa aja nih orang yang ada di dapil kita. Kalau asal-asalan nyoblosnya, bisa-bisa malah dapat wakil rakyat yang zonk

      Delete
  4. kalo anak muda yang ngerti teknologi, itu masih mending ya.. ya ini gimana kalo bapa2-ibu2 yg gaptek ya.. gangerti lagi deh sama pemilu yang digabung gini. gue aja gak tau siapa aja heuh. :’)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya itu, peran anak muda di tahun politik ini penting banget. Apalagi, gen milenial tuh jadi pemilih terbanyak setau gue

      Delete
  5. Haha saluuut, 10 th lalu aku sempat bingung sama kertas pencoblosan saking banyaknya caleg, akhirnya sekenanya, gawat dah. Sekarang pun belum tau siapa kandidat yg bisa dipercaya. Bagus lho kamu bisa sampe perhatian kaya gini, karena aku aja mulai malas liat geliat pemilu sekarang, liat baliho pun sekilas lewat doang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang malah lebih banyak pilihannya dari 10 tahun lalu. Soalnya pemilihan presiden, dprd, dpd, dll digabung dalam satu waktu wkkw

      Delete
  6. Wagelaseeh, inih...

    Ini bapak ikutan tim penyuluhan sukses nyoblos bebas golput bareng KPU, pak? Paham bener sama jumlah anggota, warna kertas, dan aturan-aturan pemilu besok.

    Sama,tahun 2014 kemarin saya juga enggak nyoblos karena masih ngurus kuliah di Solo. Semoga tahun ini bisa. Tapi bingung mau milih mana *tolong di edukasi lagi saya, pak. Wahaha

    ReplyDelete
  7. Gue jadi penasaran dong, kalau blogger yang nyaleg, kira-kira model balihonya kayak gimana. Misal kayak Pengeran Wortel yang nyaleg, mungkin nggak ya jadi gini:

    CALEG NO. 1 Partai Wortel Indonesia

    HERI ARYO, S. Wor
    Untuk wortel yang lebih sejahtera.

    Kayaknya lucu juga. Pasti gue pilih.



    ...nomor 2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue milih Partai Parodi Indonesia pimpinan bapak Haris Firmansyah aja

      Delete
    2. Aku lebih milih Niki Setiawan kalau ada bloger yang nyaleg.

      Delete
  8. Wkakkaaka bangkeeekk

    Eh eh btw, eka gumilar itu masih sodaraan ama febri dwi cahya gumilar ngga seh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. SESUNGGUHNYA KITA INI SEMUA SAUDARA HEI ANAK MUDA

      Delete
  9. saran saya di tahun politik ini, kita harus mengikuti arus tapi jangan sampai terbawa arus, semoga bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengikuti arus tapi jangan terbawa arus tuh kek gimna????

      Delete
  10. Sepemikiran sama saya. Dulu waktu coblosan disuguhi kertas suara bingung milih siapa. Jarang kampanye jarang kelihatan di TV. Apa sayanya yang jarang update perpolitikan. Keluar dari TPS kelamaan wkwkwk. Mikir juga kalau salah coblos dosa apa enggak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asal gak nyoblos orang yang lagi nyoblos di sebelah sih kayaknya enggak dosa

      Delete
  11. Kamu rajin sekali sih nak ngereview satu-satu. Gw mah nyoblos gw sendiri. Besok foto gw, gw pasang terus gw coblos sendiri, hahaha

    ReplyDelete
  12. Ada aja ya orang kayak begini, Namanya aja dije teori, tentu banyak banget teorinya.
    Tapi yang bikin aku heran itu, keniatanmu itu dalam menjelaskan sepanduk2 kampanye yang ada di barisan pohon itu lho.

    Supper niat deh ah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan niat sih, tp kan kita emang harus tau siapa-siapa caleg yang mau dipilih

      Delete
  13. Wow makasih reviewnya~ sebagai warga Kabupaten Bogor (yang biasa gambling kalo pemilu) aku merasa (sedikit) terbantu. Thanks ya

    ReplyDelete
  14. dari dulu aku envy sama sahrul G gak tua2 tu orang

    ReplyDelete