Three Season Wonder? 5 Catatan Menarik Liverpool VS Norwich

by - 14:25



Liverpool membuka tirai Liga Inggris musim 2019/2020 dengan sempurna. Menjamu tim promosi, Norwich City, pada Sabtu (10/8), di Anfield, tim asuhan Jurgen Klopp itu berhasil menang dengan skor telak 4-1.

Liverpool langsung membuka keunggulan di menit ke-7 berkat gol bunuh diri bek Norwich, Grant Hanley. 12 menit berselang, giliran Mo Salah yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang dari Firmino.

Mo Salah kembali memberi andil dalam gol Liverpool. Lewat skema sepakan pojok, umpan Salah berhasil ditanduk oleh Van Dijk dan mengubah skor menjadi 3-0. Gawang Norwich lagi-lagi koyak setelah Divock Origi mencetak gol sundulan berkat assist dari Trent Alexander Arnold. Babak pertama pun ditutup dengan skor 4-0.

Di paruh kedua, Liverpool sedikit mengendurkan serangan. Alhasil, Norwich mampu memperkecil kedudukan di menit ke-64 setelah Teemu Pukki berhasil lolos dari perangkap offside. Skor 4-1 bertahan hingga akhir pertandingan.

Beberapa catatan menarik terjadi dalam kemenangan perdana Liverpool di Liga Inggris tersebut. Berikut 5 hal penting dari laga Liverpool vs Norwich City.

Cedera Alisson


Keberhasilan Liverpool menyegel kemenangan saat menjamu Norwich harus dibayar mahal. Pada menit ke-39, Alisson terhelihat mengerang kesakitan setelah melukan tendangan gawang. Kiper terbaik Liga Inggris 2018/2019 itu pun terpaksa ditarik keluar dan digantikan oleh kiper anyar The Reds, Adrian.

Dilaporkan, Alisson mengalami cedera betis dan diprediski akan menepi selama enam pekan kedepan. Alhasil, ia akan absen dibeberapa laga, termasuk Piala Super Eropa melawan Chelsea, Kamis (15/8) di Istanbul, Turki.

Three Season Wonder



Mohammad Salah menjadi pemain yang mendapat banyak sorotan dalam laga Liverpool vs Norwich. Top skor Liga Inggris musim 2018/2019 itu sempat mendapat banyak kritikan setelah tampil mengecewakan di ajang Community Shield. Striker Mesir tersebut dianggap egois dan membuang banyak peluang.

Namun, Salah mampu membungkam kritikan tersebut lewat satu gol dan satu assist yang ia buat. Gol pertamanya ia cetak di menit ke-19 lewat tendangan plesing ke sudut gawang. Lalu pada menit ke-28, tendangan sepak pojok Mo Salah berhasil dikonversi menjadi gol oleh Virgin Van Dijk.

Satu gol dan satu assist di laga pembuka Liga Inggris ini seakan memberikan isyarat jika Salah masih tetap menjadi striker paling ditakuti. Label One Season Wonder yang pernah disematkan kepadanya sudah sepatunya ditanggalkan.

Namun, mungkin para haters masih akan menyebutnya sebagai Three Season Wonder?

Assist King



Selain memiliki trio lini depan yang mengerikan, salah satu alasan penting mengapa Liverpool tampil digdaya di musim lalu adalah peran para full back yang sangat krusial. Tak cuma berfungsi sebagai bek sayap, dua full back Liverpool juga sangat aktif dalam membantu serangan.

Tak terkecuali dengan musim ini. Andrew Robertson dan Trent Alexander-Arnold masih jadi momok menakutkan bagi lawan. Bahkan Arnold sudah menunjukkan tajinya di laga perdana lawan Norwich.

Pemain berusia 20 tahun tersebut mampu mempersembahkan umpan manis yang berhasil dimanfaatkan oleh Divock Origi menjadi gol ketiga di menit ke-42.

Berkat assist tersebut, Arnold menjadi pemain pertama setelah Mesut Ozi yang bisa mencatatkan lima assist berturut-turut di Liga Inggris.

Origi yang Terus Mencetak Gol



Origi lagi-lagi membuktikan diri sebagai predator berdarah dingin di kotak penalti. Pemain asal Belgia itu, mampu mengemas satu gol dalam kemenangan Liverpool atas Nowrich. Ia juga berjasa atas gol bunuh diri Norwich setelah sepakan kaki kirinya gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Grant Hanley.

Gol Origi ke gawang Norwich juga menciptakan sebuah catatan unik yang mungkin akan sulit dilakukan oleh striker manapun. Origi menorehkan rekor sebagai pemain yang selalu bisa mencetak gol setiap hari untuk Liverpol.

Origi mampu membuat gol pada hari Minggu saat The Reds berlaga melawan Wolves di ajang FA Cup. Hari Selasa ia menorehkan gol saat melawan Barcelona di Liga Champions. Southampton jadi klub yang gawangnya dibobol Origi pada hari Rabu. Kamis giliran Dortmund yang jadi korban di Liga Eropa.

Norwich merupakan korban ternanyar gol Origi yang dicetak pada hari Jumat. Hari Sabtu adalah gol bersejarah Origi di final Liga Champions melawan Tottenham. Hari Minggu tentu saja hadir gol paling ikonik bagi Origi yang ia kemas ke gawang Everton.

Masih Rapuhnya Lini Pertahanan



Secara skor Norwich memang kalah telak, tapi jika dilihat dari sisi permainan, Norwich sebenarnya bisa mengimbangi Liverpool, terutama di paruh pertama laga.

Total, anak asuh Daniel Farke itu melakukan 12 percobaan tembakan dengan 5 di antaranya mengarah ke gawang. Beruntung hanya ada satu gol yang diderita oleh The Reds.

Tentu ini menjadi sinyal bahaya untuk pasukan Jurgen Klopp. Beberapa kali pertahanan Liverpool mampu ditembus dengan mudah, khususnya karena jebakan offside yang gagal. Bahkan gol Norwich terjadi karena Robertson gagal melakukan jebakan offside.


You May Also Like

2 comments

  1. Setiap kali baca atau denger nama Teemu Pukki, gue selalu refleks ngomong "nemu puki di mana?" dalam hati. Hahahaha.

    ReplyDelete