Monday, 23 December 2013

Ibu



Alhamdulillah di kasih waktu iseng buat nulis lagi disini. Bersyukur  punya waktu luang buat nulis, beda sama miminnya detik.com yang hidupnya nulis artikel terus. Ga ada kerjaan lain apa ya. Lagi makan nulis artikel, lagi nonton tv nulis artikel, lagi nulis artikel aja nulis artikel....apasih. Ngomong-ngomong tentang miminnya detik.com, sekarang gue mau bahas tentang hari ibu. Emang ga nyambung sih. Tujuannya cumen biar prolog diatas keliatan panjang aja. Terimakasih miminnya detik.com

Sunday, 15 December 2013

Iseng Doang



Ya karena lagi ga ada kerjaan, akhirnya gue iseng-iseng ngisi blog ini dengan tulisan gue yang ga tau arah dan tujuannya kemana. Mungkin karena tulisan gue ini bukan ojek yang tujuannya bisa di request....apasih! atau tulisan gue ini juga bukan antara aku dan kamu yang tujuannya jelas ke pelaminan....ini lebih apasih!

Sunday, 8 December 2013

Football Finance: Menuju Sepak Bola Professional



Suatu ketika saya membaca sebuah surat kabar tentang rubrik olah raga khususnya sepak bola nasional. Di artikel tersebut menceritakan rencasa PSSI untuk membuat Liga yang professional untuk menciptakan Timnas yang lebih baik. Apakah Liga Indonesia sekarang yang ada dua itu, belum bisa disebut Liga professional? Lalu apakah syarat sebuah Liga sepak bola dikatakan professional? Dan apa dampaknya terhadap Timnas kita?

Mari kita simak suatu opini dimana Timnas sepak bola yang tangguh, tercipta karena Liga domestik yang baik pula. Mungkin ada yang tak sependapat dengan opini tadi, ya bisa jadi alasannya jika kita melihat Timnas Inggris sekarang. Dengan mengusung English Premier League (EPL) yang merupakan Liga terbaik didunia, apakah Timnas Inggris mendapatkan keuntungan dari situ? Jika melihat dari sudut pandang prestasi jelas lah tidak. Terakhir kali Inggris merengkuh gelar bergengsi adalah ditahun 1966, dimana Inggris menjuari Piala Dunia di negerinya sendiri. Semenjak Era EPL (tahun 1992) prestasi terbaik Negeri Elizabeth itu hanyalah semifinalis Euro  di tahun 1996. Bahkan pada pagelaran Euro 2008 Timnas Inggris hanya menjadi penonton.