Sunday, 23 March 2014

Stephano si The Unsung Hero

Ada yang mengenal Tan Malaka? Mungkin hanya sedikit orang yang mengenal beliau. Tan Malaka adalah salah satu pejuang Indonesia pada masa sebelum Indonesia merdeka. Filosofinya yang sangat marxisme membuat ia sering disebut sebagai tokoh komunis. Padahal banyak pemikiran beliau yang sebenarnya baik untuk dipraktekan di Indonesia. Contohnya adalah ketika Tan Malaka sempat mencetuskan persatuan Republik Indonesia lewat naar de Republiek indonesia tiga tahun sebelum sumpah pemuda dilaksanakan.

Tan Malaka menghembuskan nafas terakhirnya akibat tertembak peluru panas TNI tahun 1949. Dan beliau dinyatakan sebagai pahlawan oleh Presiden Soekarno. Tapi sejak gue belajar pelajaran sejarah di sekolah, engga ada satu pun buku yang menyebut nama beliau? Apa karena mungkin pemikiran dia yang sangat komunis, sehingga kita tak layak mengetahui kisah beliau? Atau ada hal lain?

Untuk kalian yang penasaran dengan kisah Tan Malaka, bisa browsing di Google.

Alasan gue mengisahkan tentang Tan Malaka di atas, bukan karena gue cinta akan sejarah. *Ya karena gue cintanya ama cewek*. Tapi gue ingin mencontohkan apa yang disebut dengan Unsung Hero, atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Pahlawan yang tak dikenal. Keren kan gue hehhe

Unsung Hero ini tidak selalu identik dengan perang, tembak-tembakan atau apalah. Dalam kehidupan kita sehari-hari ternyata banyak Unsung Hero yang pastinya sangat kita remehkan. Contohnya adalah tukang tambal ban pinggir jalan. Bayangkan kalian lagi bawa motor, tiba tiba bannya bocor. Lalu bayangkan engga ada namanya profesi tukang tambal ban di Indonesia. Mungkin sewaktu SD akan ada mata pelajaran tambahan, “Cara menambal ban yang baik dan benar” biar sewaktu saat kita bisa menambal ban sendiri.

Friday, 21 March 2014

The Reds (Not) Devil


Sebelum memulai postingan kali ini, ada baiknya kita mengheningkan cipta untuk sodara-sodara kita yang merupakan fans  dari dari Machester United atas kekalahannya saat melawan Liverpool kemaren. Semoga tangisan mereka saat ini akan abadi minamal sampai musim ini berakhir. Amiiin.

Saturday, 15 March 2014

Petualangan si Dijeh (Part II)


Izin kan gue mengawali postingan kali ini dengan berteriak, Aaaaakh Gue pilek, batuk-batuk dan badan gue panas, eh engga deng, cumen anget doang *megang megang leher*

Ceritanya kemaren gue abis nginep semaleman di kampus gara-gara ada acara organisasi. Karena terpaan angin malam dan cewe malam, dengan resmi gue jadi sakit pilek.  Mitos yang bilang kalo orang yang mirip Zyan Malik ga bakal bisa terserang pilek, ternyata salah besar. Oke abaikan aja kalimat yang ada Zyan Maliknya itu, Sebelum ada batu bata melayang ke kepala gue

***

Oia, Posting  kali ini merupakan sekuel kedua dari posting yang Ini (jadi baca dulu part 1 nya) bukan yang Ini apalagi yang itu. Sebelumya, gue mulai cerita ini dengan mengucap kalimat basmalah, Bismillah.

Tuesday, 11 March 2014

Petualangan si Dijeh (Part I)

Petualangan si Dijeh (Part I)

Perlu kalian tau, gue ini merupakan penganut faham LDR-isme yang sedang di gandrungi oleh kaum bangsawan dan rupawan. LDR ini pula lah yang membuat gue dan ehem gue jarang banget untuk saling bertemu. Dia di Bandung, gue di Amsterdam Bogor.  Maka dari itu, hari ini gue berencana pergi ke kota yang sering disebut paris van java itu. Dengan prinsip malu bertanya sesat di jalan, banyak nanya malah malu-maluin, gue akhirnya tau rute mana yang perlu di lalui: Rumah gue-Naek angkot dua kali-Turun terminal-naik Bus Bogor Bandung-Turun terminal-Naik Damri-Naik ojek-Finish. Yes itu lah rute yang insyaallah semoga bakal gue lalui. Tampak mudah sekali, tapi kenyataannya tidak semudah itu kawan-kawan...sungguh tidaaaak!