Thursday, 30 August 2018

3 W 1 H



Kalian ngerasa gak sih kalau bulan Agustus tuh lama banget? Apa cuma perasaan gue doang ya, yang bulan Agustusnya berasa 247 tahun.

Untungnya, meskipun berasa lama, banyak banget hal seru di bulan ini. Seperti yang gue tulis di judul, 3 W 1 H. Bukan, dibacanya bukan jadi ewih! Gini, gue jelasin satu persatu.

Wih Ada Iklan Nih

W yang pertama adalah seputar blog gue. Setelah mencoba mengelola blog ini dengan profesional layaknya blogger pada umumnya, gue pun memutuskan untuk memasang Google Adsense! Yeeeey!

Tapi, buat daftar Google Adsene tidak mudah kawan-kawanku sekalian. Saat pertama kali gue daftar, gue dapat email kalau pengajuan Google Adsene-nya ditolak. Konon alasannya mau fokus belajar dulu. YA ENGGAKKK DONG YANG MULIA. 

Katanya, blog gue telah melanggar salah satu peraturan dari Google. Sayangnya, enggak dijelasin secara rinci apa yang salah dengan blog gue.

Gue pun inisiatif bales email-nya untuk nanya kesalahan apa ya telah dilanggar blog gue.

"Kalau boleh tahu, kira-kira kesalahan apa yang telah saya langgar?" Tanya gue.

"PIKIR AJA SENDIRI!" jawab Google sambil buang muka.

Gak, gak gitu ya. Dikata Google tuh cewek PMS. 

Jadi, setelah gue nanya tentang masalah tersebut, gue disuruh daftar lagi. Beberapa hari kemudian, gue pun dapat email kalau Google Adsene di blog gue disetujui.

Respons pertama ketika baca email itu adalah HAMBAA AKAN JADI KAYA RAYA YA ALLAH!!!

Tapi setelah beberapa hari iklan terpampang di blog ini, ternyata gue cuma dapet Rp543 doang. Buset, buat bayar kang parkir alfamart aja harus kredit empat kali itu mah.

Wiro Sableng



W yang kedua tentang Wiro Sableng. Tanggal 29 kemarin, gue dapet kesempatan untuk meliput acara Meet and Greet film Wiro Sableng 212 di CGV Grand Indonesia. 

Acaranya seru banget. Ada Vino G Bastian, Sherina, Marsha Timothy, Yayan Ruhian, petugas CGV, mbak-mbak penjual pop corn dan masih banyak lagi.

Selain ketemu para cast tadi, gue juga dapat screening exclusive film Wiro Sableng sebelum resmi tayang mulai 30 Agustus 2018. Filmnya seru dan rekomended deh buat ditonton.

Untung selama nonton filmnya, gue enggak menemukan adegan Wiro Sableng ngelempar kapak naga geni 212 ke arah pohon terus ada yang teriak, MASHOOOK PAK WIROOO!!

Wanita yang Rahimnya Anget

Jadi, belakangan ini twitter gue rame banget sama cewek-cewek yang ngetwit kalo rahimnya anget setelah nonton pertandingan bulu tangkis Jonathan Christie. 

Karena gue bukan cewek, jadi gue gak paham apa rasanya dan bagaimana sebabnya sebuah rahim bisa anget. Yang jelas kalo gue punya rahim dan lagi anget, gue gak bakal pikir panjang buat beli Bodrexin.

Gak kebayang juga kalo cewek-cewek ini tuh nonton pertandingan Chris John yang dari menit awal sampai akhir udah gak pake baju. Bukan cuma anget, rahimnya bakal meledak kali tuh!

Hei Pada ke Mana sih Kalian?

Nah H yang dimaksud dari judul 3 W 1 H adalah tentang pertanyaan pada ke mana nih blogger angkatan gue ((angkatan gue)). Maksudnya, dulu kira-kira tahun 2015, kayaknya gue banyak banget punya temen blogger aktif. Setiap hari, gue gak perlu bingung lagi kalau mau blogwalking ke mana.

Tapi sekarang, kayanya cuma segelintir aja yang masih bertahan dan aktif buat ngeblog (Atau guenya aja yang gak tau). Mungkin karena kesibukan masing-masing yang ngebuat mereka jarang ngeblog lagi.

Komunitas-komunitas blogger kayak Blogger Energy atau Jamban Blogger juga udah gak keurus. Jadi mau nyari temen blogger baru juga susah nyarinya di mana huhu.

Kalau punya temen yang masih aktif ngeblog, bisa kali nih di kasih tahu di kolom komentar. Yuk ah!

Friday, 24 August 2018

Film Favorit



"INI LAGU YANG KAMU SUKA KAAAN?," tanyaku setengah berteriak.

"DARI TADI AKU NUNGGUIN MEREKA BAWAIN LAGU INI," jawabnya sambil mulai mengangkat-angkat tangan dan menghentakkan kaki sambil mengikuti irama musik.

"ASYIK JUGA LAGUNYA."

"LAGU SHIELA ON 7 SIH GAK ADA YANG GAK ASYIK, DIM."

Ini merupakan kali pertama aku menonton konser sebuah band. Dulu, aku memang sempat menyaksikan beberapa band seperti Naif, Souljah, dan The Upstair manggung. Tapi, itu itungannya cuma tampil di pensi sekolah dan bukan konser besar.

Kini, aku sedang berada di tengah kerumunan sheila gank yang begitu semangat sing along bersama Duta. Meski aku bukan Sheila Gank garis keras, tapi aku tetap berusaha ikut bernyanyi di beberapa bit yang memang sering aku dengar di sportify. Misalnya saat Duta membawakan lagu Dan.


Dan apalabila esok datang kembali... selebihnya aku tidak hafal.


Biarpun aku bukanlah orang yang begitu mengagumi karya-karya Sheila on 7, namun alasanku bisa hadir di konser adalah karena seseorang.

Disya Amalina Ramaysti.

Nama wanita yang sedang ada di sampingku. Aku mengenalnya saat mengikuti ospek kampus. Ketika melihat Disya pertama kali, aku curgia jika A Arafiq memang meciptakan lagu "Pandangan Pertama" khusus untukku.

Disya nampak cantik meski rambut panjangnya harus tertutup topi caping serta wajah penuh coretan spidol karena hukuman yang diberikan oleh senior.

Berbeda denganku. Ospek di kampus pertanian ini, benar-benar membuatku seolah seperti petani dengan mengenakan topi caping serta baju lusuh penuh keringat. Brengsek.

Namun, tak apa rasanya andai aku harus pergi ke sawah memanggul cangkul, asal ketika siang hari Disya datang menjemput sambil membawa teko dan rantang berisi nasi dan ayam. Kami lalu bercengkrama di bawah saung nan sejuk.

"Fokus dek, Fokus!!" teriak kakak senior membuyarkan khayalanku.



Setelah ospek berlalu, ternyata aku bisa kenal lebih dekat dengan Disya. Aku mungkin perlu berterima kasih kepada dosen mata kuliah ekonomi pertanian, Pak Jajang, yang membuat Aku dan Disya satu kelompok.

Kedekatan antara kami, membuatku tahu beberapa sifat tentang Disya. Pertama, Disya sangat menyukai lagu-lagu dari Sheila on 7. Bahkan ketika membuka Instagramnya, Aku melihat beberapa foto Disya dengan Duta.

Kedua, Disya juga moviefreak. Berkat Disya, aku jadi mengikuti film-film Marvel yang sebelumnya aku anggap film buat anak kecil.

Ketiga, yang paling menyebalkan, Disya merupakan perempuan idola lelaki di kampusku. Entah berapa kali aku harus jadi teman curhat Disya tentang laki-laki yang berusaha mendekatinya. Beruntung, tak ada pria yang berhasil meluluhkan hati Disya.

Selama empat tahun dekat dengan Disya, aku belum berani untuk mengungkapkan rasa suka. Entah karena aku tidak percaya diri, atau karena aku takut jika malah merusak hubungan pertemanan kami.

Sampai suatu ketika, Disya mengajakku menonton konser Sheila On 7. Tanpa pikir panjang, aku mengiyakan ajakannya. Rencananya juga, setelah menonton konser, aku ingin mengungkapkan perasaanku terhadap Disya.

"INI LAGU YANG KAMU SUKA KAAAN?," tanyaku setengah berteriak.

"DARI TADI AKU NUNGGUIN MEREKA BAWAIN LAGU INI," jawabnya sambil mulai mengangkat-angkat tangan dan menghentakkan kaki sambil mengikuti irama musik.

"ASYIK JUGA LAGUNYA"

"LAGU SHIELA ON 7 SIH GAK ADA YANG GAK ASYIK, DIM. APALAGI LAGU FILM FAVORIT INI"

Nonton konser di dekat sound system memang ngebuat Aku dan Disya jadi haji bolot sesaat. Untuk berkomunikasi, mau gak mau kami harus saling berteriak meski berdiri bersampingan.

"EMANG KALAU KAMU, FILM FAVORITNYA APA, DIS?" Tanyaku penasaran.

"APAAA DIIM?"

"FILM FAVORIT KAMU?

"APA?"

"FILM...FILM FAVORIT?"

"HAAAAH?"

"GAK JADIII" kataku kesal.

******

"Seru kan konsernya?" tanya Disya membuka obrolan kami di sebuah tempat makan berinisial mcd setelah lelah berjingkrak-jingkrakan.

"Seru sih, tapi lain kali kita jangan pilih tempat yang deket sound system, bikin budek," jawabku kesal sambil melahap ayam krispi yang ada di piring.

"Haha Dimas, Dimas. Gapapa deh, biar jadi pengalamanmu," balas Disya sambil tersenyum ke arah ku.

Mungkin ini waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanku kepada Disya. Perasaan yang telah aku pendam sejak pertemuan kami di ospek kampus. Perasaan yang terus aku tahan selama empat tahun. Dari durasinya, mungkin perasaanku ini sudah cocok dimasukkan ke PAUD.

"Bentar....bentar Dim," Disya meminta izin kepadaku karena mendapat panggilan telepon dari seseorang.

Karena penasaran, aku pun bertanya siapa yang meneleponnya barusan.

"Andri, pacar aku. Katanya nanti mau jemput aku setengah jam lagi," balas Disya yang seakan membuat hatiku hancur berkeping-keping. Perasaan yang terus aku pendam bertahun-tahun akhirnya bisa menemukan jawaban tanpa perlu diungkapkan.

Tubuhku mati.

"Maaf ya, Dim. Sebelumnya aku gak pernah cerita ke kamu tentang Andri. Tadinya, aku juga ingin menonton konser bareng Andri, tapi dia lagi sibuk urusan kampus. Karena bingung tiketnya buat siapa, yaudah aku ajak kamu sebagai teman setia aku buat nemenin."

"Oh gituu...." jawab ku dengan nada yang sangat lemas. Karena tak ingin Disya melihatku dalam keadaan hancur, aku tetap bersikap biasa aja. Sesekali aku membahas topik yang tak ada hubungannya dengan pacar barunya, Andri.

"Eh tadi aku kan nanya," ungkapku sambil menatap Disya perlahan.

"Nanya apa?" balas Disya penasaran.

"Kamu kan suka lagu Film Favorit. Emang film favorit kamu apa sih?"

"500 days of summer."



Dimas, Jakarta Selatan, pukul 20.55

Sunday, 19 August 2018

Bercumbu dengan Azarenka


Gue semalem abis nonton acara opening ceremony Asian Games 2018. Gila, keren banget! Udah lama enggak sebangga ini liat Indonesia tampil di panggung internasional.

Tapi, di balik menakjubkannya opening ceremony Asian Games 2018, masih ada aja orang-orang yang nyinyirin. Salah satu yang gue baca di Twitter adalah nyinyirin Pak Jokowi yang naik motor pake stuntman. Katanya itu salah satu cara pencitraan dan penipuan rakyat.

Ya Allah :(

Orang-orang kayak gini tuh gak sekalian aja ngomentarin gunung yang muncul di tengah lapangan GBK kenapa gunung bohongan? Itu kan penipuan terhadap rakyat.

Lagian semua orang juga tau kalau itu pake stuntman. Emang ada yang percaya itu Jokowi bawa motor sambil ngebut-ngebutan dan merasa dirinya ketipu?

Kalau Jokowi beneran kayak gitu mah, dia gak bakal jadi presiden, tapi jadi penggantinya Tom Cruise di film Mission Impossible.

huhu

kzl

Bentar-bentar, biar gak kesel, kasih gambar ini dulu deh.

Mati klen semua!!

Gue ini adalah tipe orang yang gampang banget terpengaruh. Makanya, gue kalau deket sama temen-temen yang ikutan program MLM, jadi mangsa paling mudah buat disikat.

Contoh terbaru tentang sifat gue ini terjadi beberapa hari lalu. Seperti biasanya, gue kalau sore sering nonton-nontonin video di YouTube. Random aja sih nontonnya. Awalnya gue nonton video highlights pertandingan bola, sampai gue pencet-pencet next, berakhir di sebuah video orang yang lagi main pianika.



"Anjir, kok keren banget!," kata gue dalem hati.

Terus gue berkelana dari satu video ke video pianika lainnya. Sampai akhirnya gue nemu video orang nge-cover lagu Yesterday-nya The Beatles.


"Wah....gue harus bisa kayak gini!!!," pikir gue.

Waktu kecil gue memang sempat jadi pianikais eh pianikaers eh apalah itu sebutannya buat orang yang suka main pianika. Dulu, gue biasa mainin lagu-lagu nasional kayak Hari Kartini, 17 Agustus, sampai Bagimu Negeri

Setelah nonton beberapa video pianika di atas, gue mikir, ternyata seru juga ya kalau bawain lagu-lagu populer. 

Akhirnya, saat itu juga, gue pengin beli pianika!

Malamnya, gue berangkat ke toko alat-alat musik.

"Nyari apa mas?," tanya si penjual

"Ada pianika?" tanya gue balik.

"Merk Yamaha?"

"Saya mau beli pianika bukan motor,"

"Ini Pianikanya merk Yamaha mas..."

Gue curiga pas gue tiup yang keluar asep bensin nih.

Setelah nanya-nanya, akhirnya gue pulang dengan tangan hampa. Bukan, bukan gue takut pianika merk Yamaha itu tiba-tiba muncul komeng sambil teriak semakin di depan, tapi karena harganya cuy bikin gue bisa makan nasi garem di akhir bulan!

Alternatif lainnya adalah gue nyari di toko online. Sebut saja inisialnya Tokopedia. 

Gue ngetik "Pianika" di kolom pencarian Tokopedia. Tapi kok gak muncul apa-apa.

beberapa menit kemudian masih gak muncul.

Masih gak muncul.

Masih gak muncul.

Masih gak muncul.

Ternyata gue belum mencet ENTER. Maap :(

Wah gila, di Tokopedia harga pianiknya jauh lebih murah dibanding toko musik yang gue datengin. 

Gak salah kalau Tokopedia adalah toko online terbaik di Indonesia sampai sekarang. Selain harganya murah, semua barang yang kamu mau bisa ditemukan di Tokopedia. Mulai dari baju, sepatu, dasi, handphone, rice cooker, gantungan kunci, mantan terindah, semuanya adaaaaa!

Gak cuma beli barang, beli tiket pesawat, bayar tagihan telepon, isi pulsa, booking hotel, semuanya bisa di Tokopedia.

Jadi sudah cek Tokopedia belum?


Dua hari kemudian, pianika yang gue pesan pun akhirnya datang. Seperti halnya sepatu bola gue yang dinamain Daniela, pianika ini gue namanin juga dengan nama Azarenka. 

Tak perlu waktu lama, gue langsung bercumbu dengan Azarenka memainkan beberapa lagu yang notnya gue download di Google.

Lagu pertama yang gue pelajari selama setengah jam adalah lagunya Celine Dion (gak pake ani) yang judulnya Titanic eh My Hearts Will Go On.

Ini dia hasilnya.



Yang mau tenggelam sama kapal Titanic, dipersilakan.


Wednesday, 15 August 2018

Kenapa Sih Young Lex Tuh!



"Tadi gue mau dateng ke MnG abis live di cube, trus gue berantem sama k-popers garis keras dan securitynya , alhasil gini deh :( Doain cepet sembuh ya. Pelakunya bales? Apa tangkep?," kata Young Lex di foto yang ngeliatin mukanya yang babak belur.

Jujur, gue sempet kaget sama foto yang di-upload Young Lex di Instagram-nya. Kok bisa gitu, cowok sesangar Young Lex babak belur sama fans kpopers. Tapi setelah beberapa hari kemudian, Young Lex bilang kalau itu cuma prank.

bgst. 

Padahal gue udah mau bikin syukuran sama temen-temen.

Di salah satu pernyataannya, Young Lex bilang kalau tujuan dia bikin prank muka babak belur tuh supaya orang-orang gak gampang percaya sama yang ada di media soial. Tapi gue rasa, tujuan utamanya cuma nyari sensasi dan naikin popularitas dia setelah gagal ketemu Lisa BLACK PINK di Meet and Greet (Ya Allah kok gue tau banget sih).

Dan gue rasa, prank babak belur Young Lex ini cukup berhasil membuat banyak orang ngomongin dia. Gue takutnya, cara prank Young Lex diikuti oleh para calon presiden buat naikin elektabilitas selama kampanye.

Jadi Prabowo sebagai oposisi bakal bikin narasi, "Boleh wajah saya babak belur, asal negara Indonesia tidak hancur," Huoooooowwwh





dibales Jokowi

"Lihat muka saya babak belur? Ini hasil dari perjuangan saya membangun Indonesia supaya lebih baik!" Huoooow



Prank babak belur Young Lex juga bikin fenomena baru yang gue rasain. Yaitu banyak orang yang berlomba-lomba buat merias wajah babak belur ala Young Lex. Gue liat di Twitter udah ada tutorial bikin muka bonyok pake peralatan make up.


Gue pikir, "Ngapain sih orang-orang pada pengin banget make up babak belur kayak Young Lex. Kurang kerjaan banget!"

Beberapa menit kemudian gue dapet chat.

Pacar gue ngirim foto muka babak belur kayak Young Lex....



Ya Allah :(((

"Bagus gak?" tanya pacar gue.

Mau bilang bagus tapi seumur-umur gue belum pernah ketemu orang kecelakaan terus gue puji, "Yaa, tabrakan kamu kurang dramatis, tapi tetesan darah yang keluar dari kepala dan baret-baret di pipinya oke banget. Aku sih yes, gak tau kalau Mas Anang"

INI APAAH!

Balik lagi ke Young Lex, gue rasa prank muka babak belur tuh kurang cocok buat Young Lex. Secara kan dia tuh penyanyi rap yang berandalan dan punya tato di mana-mana. Masa bisa babak belur. Sama fans K-Pop lagi.

Kalau gue manajernya, gue mau nyaranin Young Lex bikin prank kesurupan pas lagi ngerap. Dijamin itu mah penonton pada panik.

I'm a bad boy

Kau benci ku yang apa adanya

Dan silahkan sukai mereka

Yang berlaga baik didepan kamera

AING MAUNG AING MAUUUNG!

Thursday, 9 August 2018

MANTAP MANTAP MANTAP!




Mantaaap!

Bukan, bukan karena di samping gue ada yang ngomong "Mancing Mania" terus gue sautin. Gue lagi seneng karena setelah ngeblog sejak tahun 2011 (kalo gak salah), akhirnya blog gue naik pangkat yang tadinya blogspot.com jadi .com. Yok yang mau tepuk tangan dipersilakan!

Keinginan gue buat bikin blog ini jadi Top Level Domain alias TLD sebenarnya udah dari lama banget sih. Tapi, karena waktu itu gue kurang ngerti masalah ngubah blopspot jadi .com alhasil niat itu gugur seketika.

Gue mau sedikit cerita dulu tentang proses pembuatan TLD ini. Jadi, gue beli domain ini di sebuah situs yang namanya Domainesia.com. Sebelum bikin domain, gue riset-riset dulu lah gimana prosesnya. Dari yang gue baca, ternyata butuh waktu minimal sehari untuk bisa ganti domain. 

Nah tapi, waktu gue beli di Domainesia, ternyata gak perlu seharian. Cuma beberapa menit setelah gue bayar, domainnya langsung muncul dan bisa dipakai di blog! Domainesia.com mantap mantap mantap!

Gue sendiri sempat dibikin bingung buat bikin nama apa yang cocok untuk blog ini. Awalnya, gue mau bikin donijaelani.com. Setelah beberapa saat, nama blognya kenapa narsis banget bgst. Kecuali sih gue emang udah terkenal, gapapa deh pake nama sendiri. donijaelani.com pun gue hapus dari daftar.

Lalu gue mikir-mikir nama blognya harus mewakili sesuatu yang ngetrend sekarang. Sesuatu yang milenial dan indie banget. Tercetuslah nama penikmatsenja.com. Tapi setelah dipikir-dipikir, penikmat senja apaan, tiap maghrib harus macet-macetan pulang kantor di jalanan Jakarta bgst. Penikmatsenja.com gue hapus dari daftar.

Kehabisan ide, yaudalah gue tetep nerusin nama blog gue yang dijehtheory.blogspot.com. Jadi sekarang, selamat datang di (nama) blog baru gue dijehtheory.com mantap mantap mantaap!

Sekarang gue mau cerita yang lain nih.

Entah kenapa, semenjak gue punya pacar, gue kayak memiliki potensi kekuatan super yang bertahun-tahun gak pernah gue sadari. Jika dimanfaatkan, kekuatan ini mungkin bisa menyelamatkan bumi dari serangan alien di masa depan.

Kemampuan itu adalah kembali ke masa lalu!



Pertama kali kemampuan ini gue sadari adalah ketika chatting-an sepulang gue kerja.

"Aku baru sampe rumah," tulis gue di whatsapp sambil rebahan di kasur.

"Oh gitu...," bales pacar gue.

"Kamu lagi apa?" 

"Tiduran"

"Kok balesnya singkat-singkat?"

"Gpp!"

Dheg!! 

Gue kasih tahu ya, kata "gpp" dari cewek tuh lebih nyeremin daripada nonton Insidious bareng Toro Margen. Kalau cewek udah nge-chat kayak gitu, berarti ada yang gak beres sama aktivitas kita sebelum chatting-an sama dia.

"Kamu ada masalah?" Gue berusaha mencari tahu apa yang terjadi.

"Pikir aja sendiri!" Balesnya jutek

Dheg! kalimat "Gpp" dan "Pikir aja sendiri" tuh bisa dibilang kombo paling sakit daripada kombo Johnson Saber di Mobile Legends.

Gue mengingat-ingat apa kesalahan yang udah gue perbuat. Bak seorang time traveller, gue pun harus kembali ke masa lalu dan melihat apa aja yang udah gue kerjakan.

Gue bangun tidur, makan, berangkat kerja, naik kereta, sampai kantor, kerja seperti biasa, main sosmed, jam 7 pulang, sampe rumah, chat pacar gue.

Gak ada masalah sama aktivitas gue.

Tapi tunggu dulu.....

Gue main sosmed?

Damn! Gue baru inget kalau gak sengaja nge-love foto mantan! Mati! Waktu inget itu rasanya gue pengen banget ditiban pakai tv 42 inchi.

Gak cuma itu aja kasus yang bikin gue harus "jalan-jalan ke masa lalu". Misalnya ketika gue lupa sesuatu.

"Ada yang beda enggak?" kata pacar gue membuka obrolan ketika makan malam bareng.

"Beda apanya?" gue balik nanya sambil melahap satu sendok Korean Soup.

"Ya, apa gitu. Beneran gak tau?

"Enggak ada yang beda deh kayaknya," bales gue sambil fokus makan karena lapar.

"Ooh"

"Emang apa sih?"

"Gpp"

Dheg!!! mati nih gue!

"Kok kamu jadi jutek gitu," gue panik.

"Pikir aja sendiri!"

Damn! Gue pun harus menggunakan indra keenam gue yaitu balik ke masa lalu. Menjelajah apa yang telah gue lupakan dan lewatkan. Mengingat segala detail yang pernah dia katakan ke gue.

Sekitar lima menit, akhirnya gue mengingat kalau dia pernah cerita mau potong rambut.

"Oh iya, kamu abis potong rambut ya kaaaan," ucap gue antusias.

"Telat!"

Seketika di telinga gue kayak ada gerombolan kru Mancing Mania sambil teriak MANTAP MANTAP MANTAAAP!!

Sunday, 5 August 2018

Bangjo dan Orang-orang Narsis di Yogyakarta




Beberapa minggu yang lalu, gue abis liburan ke Yogyakarta. Ini liburan kesekian kalinya yang gue habiskan ke kota yang dikenal dengan sebutan pendidikan itu. Entah kenapa, suasana di Jogja tuh emang ngangenin banget.

Setiap ada libur panjang atau tanggal merah, Jogja kayak bisikin di telinga gue, “Ayo mas, sini mas datang padaku”

Seringnya gue jalan-jalan ke Jogja, gue juga merasakan banyak perbedaan dengan kota-kota lainnya. Paling gampangnya sih sama kota gue, Bogor.

Misalnya, di Bogor, sebutan buat lampu lalu lintas adalah lampu merah (entah apa perasaan lampu kuning dan lampu ijo yang gak dianggap).

Tapi, beda halnya sewaktu gue di Jogja. Di Jogja, enggak ada lampu merah. Adanya adalah....

BANGJO!

Mungkin kamu bakal sedikit terlihat bodoh ketika datang ke Jogja terus nanya lokasi ke akamsi alias anak kampung sininya Jogja.

“Ayam geprek Bu Rum lewat arah mana ya, mas?” tanya gue.

“Oh itu, nanti pos polisi belok kiri, terus ketemu bangjo ambil kanan”

Dalam hati gue, siapa juga bangjo sampe gue harus nanya-nanya ke dia.

Sampainya di sana, ternyata bangjo adalah lampu merah atau lampu lalu lintas.

Gue kira bangjo itu pesulap.

Bang Joe Sandy
Setelah gue cari tahu, bangjo ini singkatan dari Abang Ijo. Yailah bro-bro. Gue rasa penamaan ini tuh kurang pas. Soalnya kan lampu lalu lintas ada tiga warna bukan cuma ijo doang.

Kalau pengen nyebut bangjo sih harusnya bukan buat lampu lalu lintas dong, tapi buat....

Ini Baru Abang Ijo

Selain masalah bangjo atau lampu lalu lintas, hal unik lain kalau gue liburan ke Jogja adalah kulinernya. Banyak banget Ya Allah!

Gas motor dikit, nemu tempat makan. Gas motor lagi, nemu tempat makan. Gas motor lagi, nyampe Surabaya. Waduh kejauhan.

Di jogja tuh, semua tipe makanan ada. Mulai dari ayam geprek, gudeg, bakmi, bakpia, semuanya ada.
Ya menarik perhatian gue sebenarnya bukan jenis makanannya, tapi nama tempat makannya.

Kalau ke Jogja, coba perhatiin deh nama-nama tempat makanannya tuh selalu menyertakan embel-embel dari nama si penjual. Misalnya nih, Ayam Geprek Bu Rum, Sate Klathak Pak Pong, Oseng Mercon Bu Narti, Gudeg Yu Djum, Sego Pecel Bu Wiryo.

Narsis banget gak sih mereka itu.

Untungnya nih, nama-nama orang zaman dulu tuh simpel dan mudah dilafalkan. Gue gak kebayang kalau anak-anak generasi milenial terus buka usaha restoran pakai strategi embel-embel nama mereka sebagai nama tempat makannya.

“Eh eh, weekend besok kita nyobain tempat makan baru yuk!”

“Tempat makan apa, sis?”

“Itu loh, yang deket balai kota, namanya Sate Klatak Pak Raffasya Zabdan Shazad Al Zuhri”

“Ah itu kurang enak. Mending kita makan yang lain aja”

“Apa tuh?”

“Oseng Mercon Bu Xiovariel Audrey Azzalea Keandra Raghuf Syandana.”

Kenyang enggak, mulut keluar busa iya.