Tuesday, 19 February 2019

Tolong Berhenti Nyuruh Kita Pose Gaya Bebas Pas Kondangan



Selain life quarter crisis yang kerap bikin kepala gue pusing di usia 25 tahun, ada hal lain yang udah jadi rutinitas paska masuk umur seperempat abad ini, yaitu datangin kondangan temen.

Setiap minggu, hampir selalu ada yang nikah.

Bukannya enggak ngehargain temen, tapi sebagai anak yang gabung komunitas mageran-banget-buat-ke-luar-rumah, kadang pergi ke kondangan jadi beban yang berat deh. Apalagi sewaktu temen-temen yang lain pada bawa pasangan, gue cuma bawa kantong kresek buat masukin daging kambing guling.



Sepanjang karier gue sebagai tukang datang ke kondangan orang, acara kondangan bisa gue bagi ke dalam dua tipe untuk urusan masakan.

Pertama, kondangan di gedung. Nah di tipe kondangan ini biasanya makanannya tuh cepet banget abis. Secara, kondangan di gedung tuh kan waktunya dibatesin. Jadi, usahain dateng setepat waktu mungkin untuk bisa menikmati hidangan-hidangan rare yang jadi buruan banyak orang.

Kedua, kondangan rumahan. Kondangan yang ngambil lokasi di rumah atau di sekitar rumah si pengantin. Kadang karena sempitnya lahan, ada yang sampai blokir jalan buat dipake duduk tamu undangan.

Untuk urusan makanan di tipe kondangan kedua ini sih santai aja. Soalnya acara kondangannya bisa dari pagi sampe malem, dan makanannya pun terus di-restock gitu.

Tapi, di setiap kondangan, mau tipe apapun itu, ada satu persamaan yang cukup ngeselin menurut gue. yaitu,

POSE GAYA BEBAS BARENG PENGANTIN!

Hayo, pasti kamu juga suka bingung kan kalau disuruh pose gaya bebas pas di kondangan?

Dan menurut gue, pose gaya bebas kondangan ini tuh malah jadi paradoks tersendiri lho. Eh gimana? gimana?

Gini deh, definisi bebas tuh apa sih? Kalau gue ngambil di KBBI, bebas berarti lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dan sebagainya sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dan sebagainya dengan leluasa).

Dan sebenarnya, setiap foto yang kita lakuin di kondangan udah termasuk foto gaya bebas dong. Soalnya, enggak ada tuh orang yang nyuruh kita buat bikin gerakan ini itu.

Gak pernah kan denger fotografernya bilang, "Coba itu cewek yang batik merah, kakinya angkat dikit, lidahnya keluarin, kancingnya lepasin."



Tapi saat si fotografer bilang, "Ayo foto gaya bebas!" seketika kita jadi gak bebas buat berekspresi. Iya gak sih? Soalnya gue sering gitu. Setiap gaya bebas, entah kenapa gerakan tubuh gue jadi kaku. 

Malah pernah karena saking bingungnya pose gaya bebas, salah satu temen gue bilang, "Yaudah semuanya liat ke pengantin yaa"

Contoh foto gaya bebas liat pengantin
Kalau ada yang nyuruh, BERARTI KITA GAK FOTO SECARA BEBAS DOONG HEEEEY!! KEBEBASAN KITA DIRENGGUT!!

Jadinya setiap fotografer teriak, "Ayo foto gaya bebas", sebenarnya kita malah gak bebas buat bikin pose foto. Karena sebelumnya udah disuruh foto dengan "gaya bebas". Ini yang gue maksud paradoks foto gaya bebas kondangan.



Nah, menurut gue, foto gaya bebas yang tulus dari lubuk hati paling dalam, adalah foto-foto kita sebelum si fotografer teriak, "Ayo foto gaya bebas!!"

Saturday, 9 February 2019

Cara Mengenali Foto-Foto Caleg di Pinggir Jalan


"Ini siapa bgssssstttttt!!!" ucap gue dalam hati ketika melihat adanya sebuah poster bapak-bapak berpeci hitam di depan rumah.

Setelah diperhatikan, poster bapak-bapak berpeci hitam itu adalah bagian dari kampanye jelang pemilihan umum alias pemilu 2019.

Seperti diketahui, di tahun 2019 jadi tahun penting bagi peta perpolitikan Indonesia. Di bulan April nanti, masyarakat Tanah Air bakal direpotkan dengan memamerkan jari berwarna ungu di Instagram memilih orang-orang yang dipercaya untuk duduk di posisi-posisi penting dalam tatanan negara.

Bagi gue, pemilu 2019 kali ini bakal jadi kesempatan kedua menentukan masa depan bangsa. Sebelumnya waktu tahun 2014 lalu gue juga punya hak pilih. Sayangnya, karena waktu itu lagi KKP di luar kota, terpaksa gue melewatkan mencoblos pemilihan presiden.

Nah, di tahun ini gue tentunya gak mau melewatkan lagi pemilihan presiden. Meskipun menurut gue pemilihan presiden sekarang ini udah gak sehat. Kalau gak hati-hati baca informasi, bisa kejebak sama narasi politik yang dibuat oleh masing-masing tim sukses.

Buat yang belum tahu, kita gak cuma milih capres doang lho. Di pemilu 2019, kita kudu milih sepasang presiden dan wakil presiden, 575 anggota DPR RI, 136 anggota DPD, 2.207 anggota DPR Provinsi dan 17.610 anggota DPRD Kota/Kabupaten. 

Mampus banyak banget kan tuh!



Pas mau nyoblos nih, kita juga bakal dikasih 5 kertas yang setiap kertas mewakili bagiannya masing-masing.

Abu-abu: Kertas suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Kuning: Kertas suara untuk memilih anggota DPR RI.

Merah: Kertas suara untuk memilih anggota DPD RI.

Biru: Kertas suara untuk memilih anggota DPRD Provinsi.

Hijau: Kertas suara untuk memilih DPRD Kota / Kabupaten.

Makin bingung kan? SAMA BRO!



Kertas abu-abu sih gampang, pilihannya cuma dua. Nah, gimana sama kertas Hijau, di mana kita mau milih caleg buat jadi anggota DPRD Kota/ Provinsi? Jangankan tau namanya, kenal mukanya aja kaga sob!

Untungnya, di zaman teknologi serba maju ini, kita gak kesulitan lagi buat nge-track caleg-caleg di daerah kita. 

Tinggal masuk ke https://infopemilu.kpu.go.id/pileg2019/dapil/view, pilih lokasi di mana kamu terdaftar sebagai pemilih, dan voila kamu bisa tahu deh nih profil si caleg ini. Mulai dari pendidikannya, visi misinya, sampai waktu jumat'an pernah milih duduk di deket tiang atau enggak. Maaf yang terakhir mah gak ada ya.

Sayang, fitur mutakhir ini nyatanya gak bisa dimaksimalkan. Banyak caleg yang memilih buat mengunci profil dirinya. Ya otomatis orang-orang jadi enggak tahu dia ini siapa. Huuft.



Salah satu cara gue buat nentuin siapa caleg yang kudu dipilih adalah dengan memerhatikan poster, baner, dan baliho yang ada di pinggir jalan. Termasuk poster bapak-bapak berpeci hitam yang nangkring di depan rumah gue.

Karena emang enggak tahu mereka ini siapa, gue pun iseng buat nyari tahu di google. Dan ini hasilnya:

1. EKA GUMILAR



Ini adalah poster caleg yang paling banyak terpajang di sekitaran rumah gue. Dan tentu aja dong, gue enggak tau siapa sih bapak-bapak berpeci ini

Sebelum Googling: Dari tampilan posternya, sosok yang satu ini cukup niat. Diliat dari perubahan namanya jadi Eka 9umilar, yang di mana angka 9 ini nandain kalau dia ada di urutan ke-9 di daftar caleg Partai Gerindra. Tapi ini agak rancu sama sama nama Eka yang punya arti 1. Jadi, mau 1 apa 9 nih bapak Eka 9umilar?

Setelah Googling: Masuk ke google dengan keyword Eka Gumilar, gue langsung menemukan beberapa berita tentang Eka Gumilar. Dan kebanyakan berita-beritanya datang dari situs/ media sayap kanan. 

Dari berita-berita itu, diketahui Bapak yang satu ini ternyata adalah pendiri Barisan Putra Putri Indonesia (Bara Api) yang tentu kita semua enggka tau itu organisasi apaan. Mungkin kalau gue bikin organisasi "Orang-orang yang enggak tahu barisan putra putri Indonesia" bakal lebih banyak anggotanya.

Eka Gumilar juga punya akun twitter @ekagumilars, yang sayang isinya lebih banyak konten negatif dari pada penyampaian visi misi huhu.

2. RIDWAN PURWANTO


Sebelum Googling: Yang pengin bertanya kenapa pose fotonya gitu, sama gue juga penasaran banget. Kalau foto ini dipajang di depan salon atau alat kosmetik, mungkin kita juga bakal percaya kalau bapak Ridwan Purwanto ini adalah sebuah hasil sukses dari produk kecantikan.

Setelah Googling: Agak susah mencari informasi Bapak Ridwan Purwanto di Google. Sampai akhirnya gue menemukan video beliau yang berisi penyampaian visi misi jadi anggota legislatif Kabupaten Bogor.


Inti dari videonya, Bapak Ridwan Purwanto pengin semua anak-anak di Kabupaten Bogor bisa sekolah secara gratis. Duh, janji-janji surga yang udah klise banget sih ini.



3. YONSAH MINANDA


Sebelum Googling: Ngeliat logo Partai Berkarya dengan tempelan foto Tommy Soeharto aja udah bikin nafsu makan ilang. Huhu kasian Bapak Yonsah harus bergabung bersama partai ini

Setelah Googling: Ternyata Bapak Yonsah adalah seorang notaris yang dulunya sempet gabung di Partai Perindo. Kini bersama Berkarya, Bapak Yonsah mencoba memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam setiap keputusan dan kebijakan politik pemerintah. Hmm oke juga nih visinya.

4. SAHRUL GUNAWAN


Sebelum Googling: FAAAAK INI TIM SUKSESNYA KELEWAT KREATIF MASANG TAGLINE SI JUN NYALEG!!!!!

Setelah Googilng: Tanpa googling pun, sebenarnya gue udah tau siapa Sahrul Gunawan. Tapi gue baru bener-bener tau kalau dia terjun di Politik. Gue takut aja pas kepilih nanti, si Jun bisa bikin semua rakyat Bogor sejahtera dengan bantuan Jin. Astagfirullah, sungguh perbuatan musyrik.

Nah, kalau kalian udah nyari tahu siapa aja caleg-caleg yang mau dipilih nanti enggak? Atau mau apatis dan gak peduli aja?

Friday, 1 February 2019

Ghibah Bareng Bloger: N Firmansyah Bahas Serunya Bikin Podcast!



Akhirnya bisa bikin rubrik Ghibah Bareng Bloger lagi. Kalau diitung-itung, ini episode pertama di tahun 2019 atau yang ketiga sepanjang adanya konten Ghibah Bareng Bloger. Episode-episode sebelumnya bisa dibaca di bawah:



Karena belakangan ini lagi musimnya podcast di Spotify, jadi bintang tamu untuk Ghibah Bareng Bloger sekarang adalah seorang bloger yang juga punya podcast. Bisa tebak? Tentu bisa dong, kan udah ada di judulnya. 

Yup N Firmansyah. Jangan tanya ke gue kepanjangan N nya apa. Tapi mungkin aja ini jawaban dari kenapa huruf N di yosan susah banget didapet.

Yok langsung aja kita ghibahin! 

Halo Firman, boleh kenalin diri dulu buat yang belum kenal, sampai-sampai bisa masuk rubrik ghibah?

Oke. Kayaknya gue masuk rubrik ghibah karena gue kenal orang dalam sih ya. Buat yang belum kenal, gue Firman. Gue bloger biasa yang tidak sempurna dan kadang salah.



Sejak kapan sih ngeblog, dan kenapa mau ngeblog? Terus emang ada bloger yang merasa sempurna?

Gue ngeblog pertama kali itu kalau enggak salah tahun 2010. Cuman sempat vakum cukup lama. baru mulai lagi tahun 2012 dan mulai benar-benar serius 2013 atau 2014 kayaknya. Dan masih aktif sampai sekarang. 

Gue mau ngeblog karena... gue enggak punya teman yang nyambung di kampus pada waktu itu. Jadi gue nulis semua yang ada di kepala gue ke blog aja. Makin lama, nemu keseruan dan kayaknya gue sedikit kecanduan sih ya.

Menurut gue, lu ini salah satu bloger angkatan gue yang cukup konsisten ngisi sesuatu di blognya.  Gue bilang satu angkatan soalnya mulai serius ngeblog tahun 2014-an sama kayak gue. Kira-kira ada gak tips supaya tetep konsisten nulis sampai sekarang?

Tos dulu dong teman angkatan! lo wisuda tahun berapa? #lah



Sebenarnya ini juga baru banget gue terapin di blog gue. Jadi biar gue nulisnya bisa konsisten, gue pake teknik content pillar. Jadi dalam sebulan gue menentukan tema. Misal kayak kemarin januari, isinya full tentang curhatan. Februari nanti tentang film, Maret beda lagi, dan seterusnya. 

Itu salah satu cara yang gue pake, tapi kalau misalnya di tengah-tengah nulis film gue ada ide tentang tema lain, akan tetap gue tulis sih. Intinya gue pake teknik itu biar bisa tetap konsisten aja.

Udah dapet apa aja selama ngeblog dari tahun 2012 sampai sekarang?

Banyaaaak. Dari blog gue udah pernah dapat gadget, dapat uang, dapat pacar (yang sekarang udah jadi mantan), dapat istri (yang sekarang udah jadi mantan juga #HIYA). 

Ada banyak banget sih, dan yang paling menyenangkan adalah dapat teman teman yang bisa gue temui ketika lagi berkunjung ke kota mereka. Dari blog juga sekarang gue bisa kerja sebagai penulis konten.

Kalau gue buka blog lu tuh ada satu bagian khusus yang namanya client. Dan ternyata banyak banget brand-brand ternama yang pernah kerja sama dengan blog lu. Gimana ceritanya bisa diajak kerja sama dengan mereka?

Kalau dapat job pertama dari blog itu gue juga enggak tau gimana ceritanya, tapi setelah dapat itu, berikutnya semakin sering dihubungi sama brand atau agency buat kerja sama sponsored post. 

Sumbernya ada beberapa sih; brand/agency hubungin langsung, kenal orang brand kalau lagi datang ke event (biasanya tukaran kartu nama), atau gue apply langsung ke platform influencer gitu kayak sociabuzz atau starngage.

Belakangan lu juga mulai sibuk bikin podcast di spotify, Apa sih yang mendasari lu buat mencoba bikin podcast?

Haha. sebenarnya berawal dari gue suka dengerin podcast di sela-sela jam kerja, terus gue pikir kayaknya seru juga kalau gue bikin. Dan jadilah Podcast Blogger yang katanya podcast berbahasa Indonesia pertama yang bahas soal blog.



Kira-kira apa tujuan atau goal-nya bikin podcast bloger? Apa cuma sekadar iseng aja?

Sejauh ini enggak ada tujuan sih, cuma pengen berbagi dan mungkin bisa gue jadikan alternatif ketika ide buat ngeblog lagi gak ada.

Apa aja hal menarik dalam membuat podcast? Sejauh ini baru ada tiga episode kan ya?

Yang menarik adalah, gue punya hobi baru yang hampir enggak pernah gue lakukan sebelumnya: ngedit audio. dan selama lu wawancara gue, podcastnya udah nambah jadi 4 episode. cek aja kalau enggak percaya.

Ada persamaannya gak antara bikin tulisan di blog dengan bercuap-cuap di podcast?

Kalau kata salah satu pendengar gue, podcast itu sama aja kayak postingan blog, bedanya podcast itu versinya audionya.

Sama kaya bloger yang banyak hijrah jadi vlogger, menurut gue podcast juga adalah salah satu pijakan baru para bloger mengembangkan karyanya? Setuju enggak? Terlebih sekarang spotify jadi platform yang makin banyak dipakai orang-orang.

Hm.. bisa jadi. Tapi kebanyakan kan kalau blogger hijrah jadi vlogger malah enggak nulis lagi. Kalau gue enggak kok, gue tetap nulis dan bikin podcast karena menurut gue kesenangan yang gue dapat dari keduanya berbeda.

Dari blog gue belajar cara nulis yang asik, dan dari podcast gue belajar cara ngomong yang baik, karena sebenarnya gue kalau ngomong suka belibet.

Selain lu, ada juga Kresnoadi, bloger yang rajin bikin podcast. Kalau ada bloger-bloger lain yang juga pengin bikin podcast, apa aja sih yang diperluin? Apakah ada syarat-syarat tertentu supaya podcast kita muncul di spotify?

Oh yes. Kresnoadi ini salah satu tempat gue tanya tanya soal podcast. thanks, Adi!

Yang diperluin sih tentu saja microphone dan recorder. Dan buat upload ke spotify, lu cuma butuh upload podcast lo di wesbite pihak ketiga (jadi kayak hosting gitu) karena belum bisa upload langsung ke spotify. 

Kalau di awal emang agak ribet sih, ya sama kayak pas setting domain baru buat blog gitu lah. setelah itu tinggal rekam dan posting. kalau di blog ya tulis terus posting.

Oia pasti banyak yang penasaran (banyak gak sih?) nama podcast lu tuh apa?

Nama podcast gue Podcast Blogger. Jadi memang khusus membahas tentang blog aja. sempat pengen bahas bola, tapi enggak terlalu paham, pemain bola yang gue kenal cuman Tsubasa Ozora sama Enda Nasution.

Enda Nasution pemain bola bukan sih?

Balik lagi bahas blog. Selama ngeblog dari tahun 2012 sampai sekarang, ada gak sih bloger yang mampu menginspirasi lu ngeblog atau bloger favorit yang setiap tulisannya selalu ditunggu-tunggu?

Dara Prayoga. Sayangnya sekarang dia udah berhenti ngeblog dan fokus menjadi bapak rumah tangga bersama istri dan anak-anaknya yang lucu dan menggemaskan.

Dari gosip-gosip yang beredar, sekarang punya pacar bloger juga? dan sempet punya mantan bloger juga. Kalau iya, apa emang passion lu tuh macarin cewek yang punya blog?

Jangan bilang bilang. sebenarnya kalau orang orang cari pacar lewat Tinder, gue cari pacar lewat blog

YA ENGGAK LAH

Iya, cewek gue sekarang bloger juga. Dan iya gue juga punya mantan yang... iya bloger juga anjir. Gue baru sadar.



Tolong yang merasa cewek dan punya blog, mulai hati-hati ama Firman. Pertanyaan terakhir nih, buat rubrik selanjutnya, kira-kira siapa blogger yang kudu dighibahin? Alasannya apa?

Rido Arbain. Karena suaranya bagus.

Gue yakin kalau lu nanyain dia, bakal dijawab dengan petikan gitar dan suara yang membahana sampai ke ujung planet.

Waih siaaap! Thanks ya Man udah mau dighibahin di blog gue. Mantap mantap MU peringkat 6!

Minggu depan peringkat 4. liat aja. thank you Don!

Nah, itu tadi bincang-bincang santai bareng Firman seputar perbelantika podcast. Ada yang tertarik juga buat bikin podcast?