Saturday, 16 March 2019

Analisis Pertandingan Bayern Munich vs Liverpool



Liverpool menjadi wakil Inggris terakhir yang memastikan tiket lolos ke babak perempat final Liga Champions 2018/2019. Tim besutan Jurgen Klopp tersebut menyusul Manchester United, Tottenham Hotspurs, dan Manchester City.

Bertandang ke Allianz Arena, markas Bayern Munich, Liverpool hanya membutuhkan hasil seri dengan gol untuk bisa lolos setelah di leg pertama pertandingan berakhir sama kuat 0-0

Bayern Munich sendiri cukup optimis bisa meredam gaya bermain Liverpool. Hal ini tentu terasa wajar mengingat tim asuhan Niko Kovac tersebut sedang berada dalam tren positif.

Dalam tiga pertandingan terakhir, Munich sukses meraih 100% kemangan dengan gelontoran 12 gol dan hanya kemasukan satu gol.

Meskipun begitu, tapi pada akhirnya Liverpool mampu mempecundangi Munich di kandangnya sendiri dengan skor telak 1-3. Lantas strategi apa yang diterapkan oleh pasukan Jurgen Klopp ini?

Formasi


Formasi Bayern Munich
 Bayern Munich bermain dengan skema 4-3-3. Namun di atas lapangan, lebih condong ke 4-2-1-3 yang mana Thiago dan Martinez berperan sebagai double pivot. 

Formasi Liverpool
Sementara Liverpool bermain dengan skema seperti biasa 4-3-3, dengan mengandalkan trio Salah, Mane, dan Firmino di lini depan. Pilihan cukup menarik terlihat di sektor tengah. Wijnaldum, Henderson, dan Milner dipercaya sebagai penyalur aliran bola dari belakang ke depan.

1st Half

High Press!

Seperti biasanya, Liverpool akan memulai laga dengan pressing yang intens. Salah, Mane, dan Firmino menjadi garda terdepan untuk merusak build up serangan Bayern Munich yang biasanya berawal dari Neur.


Bisa dilihat dari gambar di atas, para pemain Liverpool melakukan high press agar build up serangan Munich terhambat. Alhasil, tak ada cara lain bagi Neur selain melambungkan bola ke depan.

Sayangnya, lini tengah Bayern pun kurang sigap mengantisipasi ini. Hal ini terlihat lewat posisi Wijnaldum yang sudah siap menyambut bola lambung dari Neur.


Kondisi yang sama juga kembali terjadi. Alaba yang aksesnya terhadap Ribery dan Hummels tertutup, mau tak mau memberikan bola kepada Nuer. High press terus dilakukan oleh para pemain Liverpool hingga akhirnya Neur kembali melakukan long ball. Seperti sebelumnya, Wijnaldum kembali dibiarkan bebas untuk mengantisipasi bola lambung tersebut.

Dalam pertandingan ini, Neur total melakukan 15 kali long ball. Padahal rata-rata ia melakukan long ball dalam satu pertandingan adalah 6 kali (Who Scored).

Gambar 1. Neur Long Ball

Gambar 2. Wijnaldum memenangkan bola udara

Gambar 3. Salah menerima umpan dari Wijnaldum

Gambar 4. Firmino meneruskan umpan dari Salah lalu mengeksekusinya
Gambar 1,2,3, dan 4 adalah puncak dari strategi high press yang dilakukan oleh Liverpool. Pada gambar pertama, Hummels, Sule, Alaba, dan Martinez mendapatkan pengawalan cukup ketat. Akhirnya Neur pun kembali melakukan long ball ke tengah

Pada gambar ke-2, Wijanldum berhasil memenangi duel udara dengan Thiago Alcantara. Ia lalu berusaha mengarahkan bola ke Salah.

Pada gambar ke-3, Salah berhasil menerima bola dari Wijnaldum dan mengoper ke Firmino meskipun mendapatkan penjagaan dari tiga pemain Bayern.

Pada gambar ke-4 Firmino sukses mengkonversi operan Salah menjadi shoot pertama Liverpool dalam pertandingan ini.

Bayern sendiri tak seintens Liverpool dalam melakukan pressing untuk merusak buld up serangan.

Drop Deep Ribery

Bayern Munich mangandalkan serangan dari sisi kiri yang dihuni oleh Frank Ribery. Bermain selama 60 menit, tercatat Ribery melakukan 44 kali sentuhan dengan bola. Berbeda dengan Gnabry yang ada di sayap kanan. Meskipun bermain 90 menit, tapi ia hanya 35 kali menyentuh bola.

Ribery dinstruksikan untuk bermain lebih dalam atau melakukan drop deep supaya membuka celah di sektor kanan Liverpool.


Ribery melakukan drop deep untuk menarik Trent Alexander Arnold sehingga menciptakan ruang bagi Alaba.


Ribery turun kebelakang untuk menarik Arnold.


Ribery yang terus ditempel oleh Arnold sehingga menciptakan ruang kosong di sektor kanan Liverpool.

Ribery vs Arnold

Trent Alexander Arnold memiliki tugas yang berat dalam pertandingan kali ini. Ia diharuskan untuk terus berduel dengan pemain berpengalaman sekelas Frank Ribery. Dalam beberapa kesempatan, Bayern Munich memang terus mengeksploitasi sisi kanan Liverpool yang dijaga Arnold.

Beruntung Arnold tampil tenang dan mampu meredam kelincahan Ribery.


Bayern mencoba menciptakan situasi 1 vs 1 antara Ribery dan Arnold. Dalam gambar di atas, terlihat bagaimana Alaba mencoba memanfaatkan ruang terbuka antara Arnold dan Matip.

Kondisi ini memaksa Salah bekerja keras mengawal pergerakan Alaba.


Sule melakukan operan diagonal ke Ribery untuk menciptakan situasi 1 vs 1 dengan Arnold.

Gambar 1. Sule mengirim umpan ke Ribery

Gambar 2. Ribery menciptakan situasi 1 vs 1 dengan Arnold
Lagi, Bayern mencoba mengeksploitasi sisi kanan Liverpool. Beruntung Arnold bisa mengintersep bola diagonal tersebut.




Tercatat Arnold jadi pemain paling banyak melakukan intersep (5) dalam pertandingan ini. 

Skill Van Dijk, Kecerdikan Mane

Liverpool akhirnya bisa mencuri gol pertama lewat sepakan cantik Sadio Mane.


Sempat disebutkan di atas, jika Bayern tidak melakukan pressing seintens apa yang dilakukan Liverpool. Hal ini akhirnya bisa dimanfaatkan oleh Virgil Van Dijk untuk mengirimkan umpang jauh ke Sadio Mane.


Mane memanfaatkan celah antara full back dan center back. Hingga akhirnya ia lolos dari penjagaan dan menerima umpan Van Dijk. Gol!

Respons Cepat Bayern

High pressing yang dilakukan Liverpool sejak awal laga bukan tanpa kelemahan. High pressing menuntut semua permain bergerak secara unit dan compact.


Permainan high pressing menciptakan area belakang yang sangat lowong untuk dimanfaatkan oleh pemain-pemain dengan kecepatan tinggi. Inilah yang jadi awal mula Bayern akhirnya bisa mencetak gol.

Bermula dari umpan Sule dari sektor belakang, Gnabry berhasil lolos dari perangkap off side dan mengirim umpan horizontal ke muka gawang Liverpool. Bola yang mengarah ke Lewandowski mampu dihadang oleh Joel Matip, tapi sayangnya bola tersebut malah masuk ke gawang sendiri.

2nd Half

Lewandowski Bergeser ke Kiri

Pada babak kedua, Bayern masih mengandalkan strategi yang sedikit sama yaitu menciptakan ruang di sisi kanan Liverpool. Lalu Lewandowski yang sepanjang babak pertama hanya berkutat di tengah, sedikit bergeser ke kiri.

Gambar 1. Ribery drop deep

Gambar 2. Lewandowski di kiri
Gambar 1 menunjukkan Rebry turun ke bawah untuk menarik Arnold. Sisi kosong di kanan pertahanan Liverpool lalu dieksploitasi oleh Lewandowski (Gambar 2).

Gambar 1 Ribery drop deep
Gambar 2. Lewandowski di kiri
Situasi yang sama kembali tercipta di awal babak kedua. Gambar 1 menujukkan Ribery turun ke belakang untuk menarik Arnold, lalu Lewandowski di Gambar 2 memanfaatkan ruang kosong dan menciptakan kondisi 3 v 2. 

Lihat juga, Matip tertinggal jauh di belakang setelah sebelumnya berusaha mengintersep Lewandowski.

Beruntung gelandang Liverpool seperti Wijnaldum dan Fabinho cukup disiplin sehingga bisa memberikan solusi terkait strategi Bayern Munich ini.


Hingga akhirnya, Ribery yang sepanjang babak pertama bekerja keras menembus pertahan Liverpool diganti oleh Kingsley Coman.

Sayang pergantian ini tak memberikan perubahan banyak untuk sektor kiri penyerangan Bayern Munich.

Rafinha yang Agresif

Di babak pertama, praktis Rafinha tidak melakukan manuver ke depan membantu Gnabry di sektor kanan. Pada babak kedua, pergerakan Rafinha terbukti cukup efektif memberikan tekanan kepada Robertson.

Gambar 1. Rafinha memberikan opsi dan membuat situasi 3 vs 2

Gambar 2. Gnabry lolos dari penjagaan Robertson
Pada gambar 1, menunjukkan posisi Rafinha yang vital untuk menunjang serangan dari kanan Bayern. Ia menciptakan situasi 3 vs 2 sehingga sedikit membingungkan Robertson.

Pada gambar 2, Thiago Alcantara bisa mengirimkan umpan terobosan kepada Gnabry. Sayang umpan tarik dari Gnabry tak bisa dimanfaatkan oleh Lewandowski di tengah.


Rafinha berani sedikit maju ke daerah pertahanan Liverpool. Ia pun akhirnya punya kesempatan untuk memberikan umpan terobosan kepada Gnabry.

Leluasanya Rafinha untuk maju, tak terlepas dari peran Mane yang sedikit malas untuk turun ke belakang. Berbeda dengan Salah yang terus mengawal ketat Alaba ketika merangsek ke depan.

Serangan Balik!

Setelah tertiggal 1-2 berkat gol sundulan Virgil Van Dijk, Bayern berusaha mengubah gaya bermainnya lebih menyerang.



Javi Martinez yang berperan sebagai double pivot bersama Thiago, ditarik keluar digantikan Goretzka yang lebih menyerang. Begitu pun dengan James Rodriguez yang sepanjang babak kedua dimatikan oleh Fabinho, digantikan Renato Sanchez.

Dua pergantian ini mengindikasikan Bayern ingin tampil menyerang, namun risikonya lini tengah Bayern akan semakin lemah untuk dieksploitasi.

Gambar 1. Liverpool memulai serangan balik

Gambar 2. Runag terbuka untuk Mane
Gambar 1 menunjukkan bagaima Liverpool memulai serangan balik. Firmino membuka ruang ke sisi kanan, supaya Salah bisa bergerak ke tengah.

Gambar 2 menujukkan Salah berhasil menerima umpan dari Firmno dan melihat Mane berdiri bebas di kiri. Sayang, Salah terlebih dahulu dilanggar oleh pemain Bayern.

Gambar 1. Salah berdiri bebas

Gambar 2. Empat pemain Liverpool bebas di kotak penalti
Pergantian Javi Martinez membuat lini tengah Bayern sangat rapuh. Terbukti di Gambar 1 menunjukkan bagaimana Salah bisa bebas menusuk ke koridor half space Bayern.

Gambar 2 menjukkan bagaimana pemain Liverpool dengan cepat memberikan banyak opsi kepada Salah.


Wijnaldum dan Firmino tanpa pengawalan sama sekali

Gol Mane

Rapuhnya lini tengah Bayern setalah Javi Martinez keluar berakibat gol ketiga Liverpool




Origi dengan bebas menggiring bola ke area depan gawang Bayern sebelum memberikan umpan kepada Salah. 

Dari sisi kanan, Salah kemdudian memberikan crossing manis kepada Mane. Terciptalah gol ketiga Liverpool.

Gol Mane tersebut seakan mengakhiri jalannya pertandingan dan membuat Liverpool lolos ke babak perempat final.

Friday, 1 March 2019

Permisi, Saya Jadi Youtuber Gaming Dulu



Pas tulisan ini di-publish, gue yakin Jess No Limit ketar-ketir, bulu kuduknya berdiri, tubuhnya berkeringat, jantungnya deg-degan. Ternyata dia lagi ikutan uji nyali.

YA TIDAK DOONG!

Jess no Limit akan khawatir, ketika mengetahui gue terjun sebagai seorang youtuber gaming. Oh tentu saya tidak bercanda wahai teman-teman. Seminggu yang lalu, gue bareng temen gue punya inisiatif yang cukup revolusioner, yaitu mendirikan channel youtube gaming. Isinya sih, cuma gue iseng-iseng main game FIFA 19.



Nah, buat yang penasaran, jangan lupa like, share dan subscribe dong. Saya paksa nih. Masa udah lebih dari seminggu subs-nya baru 20. Gimana mau ngalahin Atta Halilintar!

Salah satu alasan gue nyoba iseng-iseng bikin channel YouTube gaming gak terlepas dari sosok Jess no Limit, youtuber sekaligus pemain pro Mobile Legends

Buat yang belum tau, Jess no Limit adalah youtuber gaming dengan jumlah subsrciber terbanyak di Indonesia yaitu 5 juta subscriber. Di video-videonya, Jess No Limit juga tergolong sosok yang santun dengan attitude yang sangat baik untuk ukuran superstar YouTube.



Ada satu pepatah yang berbunyi, kita gak perlu menguasai semua bidang, kita hanya perlu berlatih terus-menerus di satu bidang, untuk bisa jadi yang terhebat. 

Dan Jess no Limit membuktikan teori tersebut dengan mendapat 5 juta subs karena ia sangat ahli di bidang...

Tidak berkata kasar ketika bermain game di YouTube.

Ini yang bikin Reza Arap tutup akun.

Awalnya, gue pengin jadi youtuber gaming Mobile Legends atau PUGB. Secara, dua game mobile itu bener-bener lagi hype di Indonesia. Di sekolah, di warung, sampai di kolong jembatan, kalau ada orang ngumpul-ngumpul miringin HP, sudah tentu lagi pada main PUBG.

Tapi, game PUBG atau ML tuh bisa bikin kita anti sosial di dunia nyata. Karena ketika lagi main, enggak boleh diganggu sama sekali. 

Untungnya, gue belum sampe ke level itu. Ketika lagi main PUBG terus tiba-tiba pacar nelpon, gue masih mau angkat. Atau pacar tiba-tiba ngechat, masih sempet-sempetnya gue bales sambil AFK di game.

Beda sama temen kantor gue, saking terobsesinya, kalau udah main PUBG, dia gak bisa diganggu sama sekali. Pernah waktu itu gue liat dia berani reject telpon berkali-kali demi gak keganggu main PUGB. Tentu gue salut sama keberanian dia buat nyuekin telpon pacarnya.

"Pengorbanan banget ya lu, demi naik level sampai reject telpon dari pacar," ucap gue sambil nepuk-nepuk pundaknya.

"Pacar yang mana?" Balesnya cuek sambil main game.

"Itu yang nelponin lu terus di-reject dari tadi"

"Itu nomor temen gue, mau nagih hutang paling"

YAELAAAH!!!  PANTES AJA LU BERANI REJECT TELPONNYA HEY SUBANDI!


Sebagai youtuber gaming pemula, gue nyoba nyari-nyari informasi tentang tips-tips menjadi Youtuber yang videonya banyak ditonton orang. Nah salah satu tips yang gue baca adalah dengan memberikan judul yang click bait, atau judul yang bikin orang penasaran buat ngeklik.

Salah satu contoh youtuber yang sukses menerapkan trik ini adalah Kimi Himi. Di setiap videonya, Kimi Hime selalu menyertakan judul yang click bait. Misalnya video dengan judul 

YA AMPUN!! MUNCRATNYA KEMANA-MANA



Secara logika, kita tahu YouTube enggak akan dong ngizinin video-video mesum untuk tampil di platformnya. Tapi entah kenapa, akal sehat dan logika kita hilang, dan secara sadar mengklik videonya untuk mencari tahu di mana nih bagian muncrat-muncratnya!

Judul click bait seperti ini menunjukan sifat alami manusia, yang mana kita semua ingin melihat apa yang ingin kita lihat. Padahal jika dipikir secara logika, tentu aja kita gak akan menemukan tete Kimi Hime muncrat-muncratin air susu di sebuah video yang bisa diakses oleh siapapun.

Ini sama halnya, ketika seseorang yang kita suka tiba-tiba ngechat, "Hai". Kita mungkin langsung berpikir jika si dia suka ama kita, padahal belum tentu juga. Bisa aja hai di sini ada lanjutannya

Hai

Tayo

Hai tayo, dia bis kecil ramah.

YOK LANJUT YOOK!

Di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, YouTube menjadi salah satu platform baru yang mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Bahkan banyak orang yang akhirnya serius bergulat di YouTube dan menjadikannya profesi.

Konon, pendapatan seorang Youtuber bisa mencapai miliaran rupiah lho! Gak aneh kan kenapa banyak orang akhirnya tertarik untuk beralih profesi jadi youtuber. 

Bahkan ketika Jokowi nanya ke anak kecil, si anak bilang cita-citanya pengin jadi youtuber. YA ALLAH :((



Gue takutnya pemerintah melihat potensi ini dan membuat kurikulum baru yang menyertakan mata pelajaran opening video Rando.

Hey whatsaaaphs ma freen!

Atau kalau anaknya bandel di kelas, bisa ngikutin mata pelajaran opening video Reza Arap

Hey wazaap, welkom bek with me Reza Arap si gamer ganteng

Atau kalau Anaknya males banget, bisa cuma

Halo semua....

Video opening Raditya Dika kayak gitu pasti ditaro di mata pelajaran kelas 1 SD.

Dulu sempet booming istilah "YouTube lebih dari TV". Istilah ini nunjukin bagaimana perbedaan kualitas konten di YouTube dengan konten yang disajikan di TV.

Belakangan, memang adanya penuruan minat orang untuk menyaksikan acara di TV dan beralih nonton YouTube. Terlebih kreator-kreator di YouTube tuh lebih niat dan kreatif dalam mengemas sebuah konten video.

Tentu gue pun selalu semangat menonton video-video di YouTube dan mengamini tagline "YouTube lebih dari TV". 

Apalagi ketika gue menemukan sebuah video yang isinya

Pocong yang diketapel sama manusia. DIKETAPEL!



Kebayang gak sih. Pocong nih. Dia setan loh bukan kasur palembang. Lagi muncul di balik pohon. EH DIKETAPEL DONG!!! GILA HARGA DIRINYA MAU DIKEMANAIN!

Di acara uji nyali, pocong disegani. Di channel YouTube, pocong diketapel! Pantes aja muncul tagline YouTube lebih dari TV.