Monday, 22 April 2019

Simsalabim Main The Sims



Pertama, gue ingin mengucap ke orang-orang yang di waktu long weekend-nya masih mau mendedikasikan dirinya untuk berlibur ke puncak, "Hei, apakah anda tidak belajar dari pengalaman, gimana macetnya jalur puncak kalau lagi libur panjang. Sampai-sampai waktu libur anda sebenarnya lebih banyak di jalannya di banding tempat wisata!!"

Dan yang bikin jalanan puncak macet itu bukan orang-orang Bogor atau warga setempat, tetapi mobil-mobil plat B alias warga Jakarta.

Gue jadi curiga nih, macet itu udah kayak narkoba buat warga Jakarta. Jadi, pas ada libur panjang di mana ibu kota enggak macet, tiba-tiba warganya nyari kemacetan lain. Di mana? Ya di jalur puncak dong!

Kami haus kemacetaaaaan!!
Kedua, daripada gue harus cape-cape keluar rumah dan ketemu macet di jalanan Bogor yang udah kayak lagi ada Zombi Apocalypse, rebahan di kasur selama libur panjang adalah pilihan bijak.

Jadi, selama libur pemilu dan hari paskah kemarin, kerjaan gue cuma mengulet di kasur sambil main HP. Saking gak ngapa-ngapainnya, koala aja kalah nih sama lifestyle gue.

Koala pas lagi enak-enak tidur gitu, pernah gak ya disuruh masukin motor sama ibunya?
Selain menjalankan passion gue yaitu rebahan di kasur, kegiatan lain yang gue lakuin selama liburan kemarin itu main game The Sims 4.

Buat yang belum tau, The Sims adalah game simulasi kehidupan di mana sang pemain bisa menciptakan kehidupan karakter di dalam gamenya sebebas apapun. Mau bangun rumah kek, berantem sama tetangga kek, mengacau di komplek orang kek. 

Sayangnya sampai The Sims 4 yang gue mainin, enggak ada fitur pas sore-sore karakter The Sims-nya nyiram jalan pake air got.

Sebenarnya, terkahir kali gue main The Sims tuh kira-kira pas kelas 3 SMP. Itu pun The Sims versi pertama di mana fitur-fiturnya masih terbatas. Dan ketika gue nyobain The Sims 4 pas liburan kemarin (yang tentu saja sangat telat karena The Sims 4 udah rilis sejak 2014) gue cukup takjub karena semakin mirip dengan kehidupan nyata.

Kalau di The Sims 1 pilihan kelamin itu cuma laki-laki atau perempuan, di The Sims 4 kita bisa milih jadi transgender! Gila!

Di The Sims 4 juga kita bisa memilih hidup sebagai gay atau lesbian!

Edan! 

Kalau MUI sampai tau bisa-bisa The Sims 4 masuk fatwa haram.

Gak lucu kan pas di neraka ada kumpul-kumpul maling motor, koruptor, anak durhaka, terus dipojokan ada satu orang malu masuk neraka karena main The Sims doang.

The Sims 4 ini pun gue rasa bukan lagi cuma sekedar game simulasi biasa. Lebih dari itu, The Sims 4 seakan-akan menjadi penyalur dari sifat-sifat gue yang tak bisa diungkapkan di dunia nyata. Di The Sims 4 lah gue menciptakan alter ego diri gue.

Gue pernah baca satu artikel di Vice Indonesia, di artikel itu nyeritain tentang bagaimana sesorang menjadikan game The Sims untuk mengeksplorasi kehidupan seksualnya. Sampai-sampai, dia pacaran aja di dunia The Sims.

Link beritanya

Dan gue rasa The Sims tuh emang cocok sebagai wadah pelampiasan buat orang-orang yang kecewa karena harapan dan impiannya di dunia nyata tidak terealisasi.

Jadi, kalau ada orang yang halu ngebet banget jadi presiden sampai deklarasi kemenangan berkali-kali, tapi masih gagal, coba deh jadi presiden versi The Sims 4 aja.

Semua bisa dilakukan di game simulasi tersebut. Kita hanya tinggal berucap, Simsalabim main The Sims!

Monday, 8 April 2019

#KemaneAjaLoe Asal-usul Nama Dude Harlino



Gue tuh tergolong orang yang suka penasaran dengan hal-hal remeh yang ada di sekitar. Misalnya, gue sering merhatiin kenapa sih laron suka mutusin sayapnya. Bentar-bentar, kalimat tadi kok sangat patah hati sekali. Maksudnya, coba perhatiin deh, laron kalau udah nempel di lampu, suka tiba-tiba mutusin sayapnya gitu aja.

Nah nah setelah gue cari tahu, ternyata laron yang datang ke lampu rumah kita itu lagi nyari jodoh. Dan laron yang udah gak punya sayap, tandanya dia udah menemukan jodohnya, lalu mereka bergandengan tangan di lantai kamar kita. Pada akhirnya, mereka pun hidup bahagia dan membuat sarang atau koloni baru di tanah atau kayu terdekat.

Gue pun pernah menuliskan kisah hidup laron di sini Nempoklah di Lampu Neon

Kalau kalian baru tahu fakta tentang laron tersebut, saatnya gue ngomong Kemane Aja loe!

Nah jadi, ceritanya #KemaneAjaLoe adalah sebuah rubrik baru di blog gue yang berisi seputar fakta-fakta receh yang luput dari perhatian banyak orang. Sampai-sampai karena saking baru tahunya, akan terdengar sayup-sayup suara di telinga kalian, "Kemane aja loe?!"

Pada episode pertama ini, gue pengin bahas seorang artis yang kayaknya satu Indonesia tahu siapa dia. Secara dia tuh emang ganteng dan aktingnya sangat berkharisma sekali. Tentu aja dong kamu tahu, orang ada di judul!

Yup, Dude Harlino! 

Mungkin momen yang ngebuat gue kenal Dude Harlino tuh waktu dia tampil di sinteron judulnya Intan bareng Naysila Mirdad. Yang soundtrack-nya lagu Letto


Ngomong-ngomong Dude Harlino, kepikiran gak sih kalau nama itu tuh unik banget. Jarang kan nemuin orang yang namanya Dude. Kecuali udah cerai sama istrinya.

Awalnya gue kira, orang tuanya Dude Harlino ini gaul banget. Jadi kalau manggil anaknya jadi kayak manggil temen akrab, "Hey dude, what are u doing?"

Ya tidak begitu dong hey!

Nama Dude ini asal-asulnya cukup sederhana, diambil dari tanggal lahinya 2 Desember. Kalau diambil suku kata depannya jadi jadi

Dua Desember = Dude Herlino

Yaaaah Kemane Aja Loe!