Wednesday, 31 March 2021

[Review Buku] The Star and I



The Star and I sebenarnya bukan buku yang masuk wishlist untuk gue baca. Ada dua alasan hingga akhirnya buku ini jatuh ke tangan gue. Pertama, alasan klasik, buku ini lagi dapat diskon yang lumayan. Jadi sayang aja kalau dilewatkan. Kedua, karena nama Ilana Tan sebagai salah satu penulis lokal yang cukup populer.

The Star and I adalah buku ketiga dari trilogi New York. Buku pertamanya berjudul Sunshine Becomes You (2012), lalu diteruskan In A Blue Moon (2015). Buku The Star and I pun jadi buku pertama karya Ilana Tan yang gue baca. Untungnya, nggak ada keterikatan cerita antara ketiga buku tersebut, meskipun disebut sebagai trilogi. 


Jeda lima tahun antara In A Blue Moon dan The Star and I tentu membuat para penggemar Ilana Tan cukup menantikan. Terbukti, di awal tahun ketika pre-order dibuka, buku ini langsung sold out dalam sekejap.


Sayangnya, ekspektasi tinggi dari penantian lima tahun tersebut rasanya tak terbayarkan. Begitu yang gue rasakan setelah selesai membaca buku yang super klise ini.


Premis


Olivia Mitchell adalah seorang aktris teater asal Inggris yang sedang mengambil pekerjaan di New York. Selain bekerja, Ollie--sapaan akrabnya punya tujuan lain di Kota New York. Ia ingin mencari tahu siapa sosok ibu yang telah melahirkannya lalu menelantarkannya di sebuah panti asuhan bernama Madeline West Home fo Children.


Kehadiran Rex Rankin, teman masa kecil Ollie yang sudah terpisah 9 tahun, turut punya andil besar dalam pencarian ibu kandung Ollie.


Sosok Rex Rankin bukanlah pria sembarangan. Ia adalah cinta pertama Olivia Mitchell. Sayangnya, Ollie tak berani secara terang-terangan mengungkapkan isi hatinya kepada Rex.


Pencarian ibu kandung Ollie dan kisah malu-malu kucing antara Ollie dan Rex jadi dua benang merah utama dari buku The Star and I.


Datar Kayak Jalan Tol


Yap, alur buku ini layaknya mengendarai mobil avanza di jalan tol. Datar dan membosankan. Nggak ada sesuatu yang nge-hook atau kejutan-kejutan yang bikin gue tertegun. Misalnya tentang hubungan Rex dan Ollie. Sejak pertemuan kembali mereka berdua, gue sudah bisa menebak bagaimana ujungnya nanti. 


Terus tentang pencarian ibu kandung dari Ollie pun berakhir dengan...yaaa gitu ajaa. Nggak mengagetkan. Meskipun cukup menyakitkan andai itu terjadi di dunia nyata.


Karena ini adalah buku pertama Ilana Tan yang gue baca, jadi entah apakah ini memang gaya Ilana Tan di setiap bukunya atau memang The Star and I bukan jadi karya terbaik Ilana Tan. 


Karakter Cowok yang Too Good to Be True


Memang sih ini cuma cerita fiksi. Tapi sejak membaca dialog-dialog Rax Ranking dari awal cerita sampai akhir, bikin gue malah gak habis pikir. Karakter seperti ini rasanya terlalu hebat untuk jadi nyata. Seolah Rex nggak punya dosa sedikitpun. 


Ditambah dengan pandangan Ollie kepada sosok Rex, yang bikin hubungan Rex dan Ollie sangat cheese.


Kota New York yang Cuma Tempelan


Ilana Tan memang terkenal sebagai penulis yang mengambil latar tempat-tempat indah di luar negeri. Untuk The Star and I, ia memilih New York sebagai lokasi pencarian ibu dari Ollie. Sayangnya, kota New York di buku ini seolah jadi tempelan saja.


Gue cuma menangkap New York di sini hanyalah tempat bertemperatur dingin karena beberapa kali Ollie dan Rex diceritakan memakai baju tebal. Kalau New York di buku ini diganti dengan Puncak, kayaknya nggak akan ada bedanya. Tapi jadi cuma kurang keren aja ya. Itu pendapat gue doang loh yaa.


Sayang, karya pertama Ilana Tan yang gue baca gagal memikat. Mungkin buku ini sangat bagus kalau dibaca pas gue berubah jadi anak cewek baru masuk SMP.


5/10 Untuk Buku The Star and I Karangan Ilana Tan

Data Buku

Judul          : The Star and I

Pengarang  : Ilana Tan

Penerbit      : Gramedia Widiasarana Indonesia

Tahun Terbit : 2001

Halaman     : 344 Halaman

ISBN 13     : 9786020649665

Previous Post
Next Post

0 comments: