Monday, 14 June 2021

Pengalaman Berlangganan Mola TV. Keluh Kesah Sebagai Pecinta Bola!


Kayaknya momen menulis di blog paling pas tuh saat kita merasakan keresahan yang udah nggak bisa ditahan-tahan lagi. Keresahan gue kali ini adalah karena Mola TV yang bikin kecewa penggemar sepak bola tanah air yang pengin menonton Piala Eropa 2020 secara legal.

Sebagai pemegang lisensi hak siar semua pertandingan Piala Eropa 2020, Mola TV malah boleh dibilang mengecewakan. Gimana nggak, waktu gue lagi seru-serunya nonton pertandingan Inggris vs Kroasia di aplikasi Mola TV, tiba-tiba muncul layar hitam dengan tulisan error. Gue coba refresh, hasilnya tetap sama. Karena penasaran, gue cek di Twitter, dan bener aja, bukan cuma gue, tapi semua pengguna Mola TV kala itu mengeluhkan kendala yang sama. Aplikasinya error, dan nggak bisa menampilkan pertandingan Inggris vs Kroasia.

Mungkin itu adalah kasus kesekian yang gue alami ketika menggunakan Mola TV dan gagal menonton pertandingan bola dengan lancar. Kasus lain misalnya waktu Timnas Indonesia melawan Thailand. Mola TV seolah tidak bisa menampung banyaknya orang yang mengakses aplikasinya sehingga menyebabkan error.

Jika hal-hal kayak gini terus terjadi, gue cukup pesimis bisa menonton Piala Eropa 2020 di Mola TV dengan lancar. Padahal ini baru babak grup. Apalagi kalau sudah masuk fase menentukan dan puncaknya di laga final. Tentu makin banyak orang yang mengakses aplikasinya, dan perlu sumber daya besar untuk aplikasi Mola TV menampung ratusan ribu request ke aplikasinya.

Nah buat yang mau berlangganan, apakah Mola TV cukup worth it sebagai sarana menonton pertandingan sepak bola?

Gue hampir setahun berlangganan Mola TV. Kalau nggak salah sih sejak September 2020 kemarin. Alasan gue berlangganan Mola TV karena Mola TV jadi satu-satunya pemegang lisensi Liga Inggris. Gue yang notabene adalah fans Liverpool, mau gak mau harus langganan Mola TV supaya bisa nonton pertandingan-pertandingan klub bola kesayangan.

Memang bisa sih nonton atau streaming bola gratis di situs-situs ilegal, tapi gue udah nggak sanggup dengerin komentator bola pake bahasa arab. Bawaannya pengin amin terus.

Singkat cerita, gue memilih paket Premium 1 Year dengan harga Rp500,000. Dalam paket tersebut, gue dapat mengakses semua konten di Mola TV kayak Mola Movies, Living, Kids, Sports, HBO GO. Selain itu, gue juga bisa buka aplikasi Mola TV baik versi mobile ataupun browser.


Dibanding dengan aplikasi streaming bola sebelah (sebut saja vidio), harga yang ditawarkan Mola TV untuk berlangganan satu tahun cukup mahal menurut gue. Karena yang gue butuhkan sebenarnya cuma pertandingan-pertandingan bola Liga Inggris aja.

Selain paket setahun ada juga paket Premium 1 Month seharga Rp65,000. Apa yang didapatkan sama kayak Premium 1 Year, bedanya cuma di durasinya aja satu bulan. 

Semenjak Piala Eropa 2020, Mola TV juga menyediakan paket khusus EURO Unlimited seharga Rp25,000. Seperti namanya, paket ini dikhususkan buat orang-orang yang cuma pengin nonton Piala Eropa aja.

Selama hampir setahun berlangganan Mola TV, gue jarang mengalami trouble yang parah. Paling kalau error, biasanya karena jaringannya lagi gangguan. Jadi, tinggal ganti jaringan internet, pertandingan langsung lancar lagi.

Konten-konten seputar sepak bola pun cukup lengkap. Mulai dari Liga Inggris, Belanda, Jerman, Belgia, dan juga ada spesial konten dari Garuda Select bikin gue nggak kehabisan tontonan menarik. Sayang gue nggak bisa mengulas konten-konten film yang ada di Mola, karena memang jarang nonton film di aplikasi ini.

Salah satu yang gue suka adalah konten replay match. Jadi, kalau ketinggalan match seru, bisa nonton tayangan ulangnya full. Ini juga berguna buat orang yang pengin menganalisis pertandingan secara mendalam.

Jadi dari sisi konten, gue sangat suka apa yang udah ditawarkan Mola TV.

Nah sekarang dari sisi UI/UX. Sejujurnya, UI/UX Mola TV tuh jelek banget. Kalau kata Coach Justin, ancur-ancuran!

Gue biasanya pakai tablet samsung buat buka aplikasi Mola TV. Setiap masuk ke aplikasi Mola TV dan memilih menu yang ada di dalemnya, gue ngerasain sangat tidak responsif. Perlu beberapa detik sampai akhirnya bisa kebuka menu yang gue pilih. 

Belum lagi pas mau ganti dari mode potrait ke landscape, loadingnya lama banget!!

Secara kualitas aplikasi memang masih jauh dari harapan banget. Jadi bukan hal aneh waktu banyak orang buka aplikasi ini secara bersamaan, bakal berpotensi langsung bikin error.

Meskipun masih jauh dari harapan, sebagai aplikasi yang "memonopoli" pertandingan-pertandingan bola, bikin orang-orang yang fanatik sepak bola gak punya pilihan lain selain berlangganan.