Jika Saya Bergabung dengan Asosiasi Dukun Indonesia


Belakangan ini TikTok gue isinya dukun semua 

Scroll TikTok, keluar konten dukun

Scroll lagi, dukun lagi

Scroll lagi, dukun lagi

Scroll lagi, dukun lagi

Scroll lagi… nah yang keluar penyanyi


Tapi namanya Dedi Dukun

Sama aja!

Dikarenakan ngikutin drama antara pesulap merah dan Gus Samsudin, akibatnya algoritma TikTok membaca behavior gue yang dianggap menyukai jenis konten seperti ini. Memang bener, gue sangat menikmati konflik pesulap merah yang membongkar teknik-teknik perdukunan. Nyatanya, hampir semua ilmu ghaib atau sihir itu sebenarnya cuma trik sulap belaka.

Perseteruan antara pesulap merah dan Gus Samsudin ternyata menimbulkan efek bola salju yang semakin besar. Muncul karakter-karakter baru yang kayaknya sih pengin pansos di antara konflik mereka. Terbaru, adalah kemunculan para dukun yang tergabung di Asosiasi Dukun Indonesia

Iya bener, Asosiasi Dukun Indonesia!

Di tahun 2022, akhirnya kita tahu kalau dukun pun punya asosiasinya sendiri gaes! Gokil! 

Gue jadi penasaran, kayak gimana sih Asosiasi Dukun Indonesia ini? Sampai akhirnya terlintas di pikiran, kalau misalnya gue gabung ke Asosiasi Dukun Indonesia, pasti keren banget deh.

Tapi tentunya, nggak sembarang orang yang bisa gabung ke Asosiasi Dukun Indonesia. Hanya dukun-dukun terpilihlah yang punya kesempatan emas ini. Mungkin sebelum gabung, dukun-dukun ini wajib bikin CV semenarik mungkin supaya dipanggil HRD Dukun.

Contoh CV yang keren di bagian kemampuan tertulis:

Keahlian & Kompetensi

Bahasa Indonesia (Aktif) & Bahasa Jin (pasif)

Mampu menangkal hujan selama bulan Desember

Meramal hasil pertandingan Liga Champions

Kebal benda-benda tajam seperti golok, pisau, jarum, dan omongan tetangga

Selain CV yang menarik, seleksi untuk masuk ke Asosiasi Dukun Indonesia juga harus memperhatikan nama calon dukunnya. Lihat aja hampir semua dukun, punya nama yang terkesan seram dan menakutkan. Contohnya, Ki Joko Bodo, Ki Kusumo, Mbah Getuk, Ki Gendeng Pamungkas. 



Gak mungkin tuh anak-anak zaman sekarang punya kesempatan buat gabung ke Asosiasi Dukun Indonesia. Masa nanti ada dukun namanya, mbah Asyka Zareen Mumtazah atau Ki Deondra Bilqis Qaireen. Sebelum bikin muntah paku orang lain, udah muntah paku duluan nyebut nama dukunnya.

Setelah lolos di tahap CV dan nama yang seram, mungkin ada seleksi selanjutnya buat bisa gabung ke Asosiasi Dukun Indonesia. Seperti yang kita tahu, dukun di Indonesia kerap diperumpamakan dengan sebutan “orang pintar’. Jadi, tes selanjutnya bakal mirip-mirip dengan tes IQ kayak mau masuk PNS.

Mungkin beberapa pertanyaan yang bakal diajukan seperti:

Sebutkan jenis-jenis dukun di Indonesia?

Pada tahun berapa Asosiasi Dukun Indonesia didirikan?

Apakah Eyang Subur pada musim kemarau tetap subur?

Jika sudah melewati tiga seleksi tadi, selamat akhirnya anda resmi bergabung di dalam Asosiasi Dukun Indonesia. Eits, tapi jangan senang dulu. Sebelum benar-benar didapuk sebagai anggota, para dukun baru ini harus mengikuti masa ospek dukun selama satu minggu di Kaki Gunung Salak.



Dalam masa ospek itu, para dukun baru diajarkan LDKD atau Latihan Dasar Kepemimpinan Dukun. Lalu ada juga masa pengenalan untuk (kating) kakak tingkat dukun. Biasanya, bakal ada aja dukun-dukun senior yang genit ke maba (mahasiswa baru) duba (dukun baru).

Dukun-dukun baru ini juga diharuskan membawa berbagai benda permintaan dari panitia ospek, misalnya

Babi ngepet yang matanya kedip satu

Paku hasil santet warna hijau tosca

Rambut kuntilanak hasil smoothing

Tuyul mini yang broken home

Ya gitu lah, memang agak ribet kalau mau masuk ke Asosiasi Dukun Indonesia. Nah yang jadi pertanyaan selanjutnya, setelah gabung ke asosiasi ini, aktivitas apa aja ya yang bakal dilakuin? 

Sebagai tempat berkumpulnya para dukun, tentu aktivitas paling banyak adalah mengadakan meeting membahas isu-isu terkini soal perdukunan di Indonesia. Mengikuti anjuran pemerintah, para dukun tentunya dilarang melakukan meeting offline atau gathering yang akan membuat kerumunan.

Nah, apakah dukun kalau meeting sama dukun lain harus pake zoom atau google meet? Kayaknya sih nggak deh. Mereka kan bisa telepati jarak jauh gitu. Ngomong dari pikiran ke pikiran. Menurut gue, meeting telepati ini sangat revolusioner dan efisien. Karena semua dukun bisa saling baca pikiran, meeting pun akan fokus. Bakal malu tuh kalau misalnya ada dukun yang lagi mikir aneh-aneh.

“Cie cieee mikirin bokep jepang” celetuk salah satu dukun ke dukun yang lagi gak fokus. Ternyata langsung ketahuan kalau itu dukun cabul.

Aktivitas lain di Asosiasi Dukun Indonesia ini mungkin adalah sharing session antar dukun. Misalnya dukun dari Sumatera punya teknik menghilang dalam 10 detik. Nah ini bisa diajarkan ke dukun-dukun yang lain supaya bisa melakukan teknik serupa. Dengan begitu, setiap dukun akan bertumbuh menjadi dukun hebat di Indonesia.

Di sharing session ini juga gak terpaku dengan berbagi ilmu, tapi juga jadi tempat keluh kesah para dukun. Mungkin aja ada dukun yang lagi ada masalah rumah tangga, ada dukun yang lagi terhimpit masalah ekonomi, atau ada dukun yang baru aja di-ghosting. Siapa tau aja ya kan. Dukun juga manusia, punya rasa punya hati.

Tapi kalau dipikir-pikir, dukun kok baper ckck ente kadang-kadang.



Biasanya, di sebuah asosiasi atau komunitas, kalau ada anggotanya yang lagi ulang tahun bakal di-surprise-in sama temen-temennya. Nah, di asosiasi dukun ini, apakah kalau ada dukun ulang tahun ((dukun ulang tahun)), dukun yang lain punya jiwa sosial tinggi untuk bikin surprise juga?

Misalnya nih ada dukun lagi ulang tahun duduk di kantin sendiri, tiba-tiba dari belakang ngumpul dukun-dukun yang lain sambil nyanyi:.

Hari ini hari yang kau tunggu

Bertambah satu tahun usiamu, bahagialah kamu

Salah satu dukun, bukan lempar telur sama terigu ke yang lagi ulang tahun, tapi nyiram air keras. 

Belakangan sadar, dukun yang lagi ulang tahun spesialisasinya bikin penglaris bukan punya badan kebal.

Lagian nih ya, kalau Asosiasi Dukun Indonesia ini bikin outing atau jalan-jalan, pasti beda juga. Kita sih outing kantor atau komunitas gitu paling ke Dufan, Pulau Seribu, Jogja,  Bali. Asosiasi Dukun tentu beda. Mungkin mereka outing-nya ke goa peninggalan Jepang, Gunung lawu, sampai Gedung angker bekas syuting Pengabdi Setan 2.

Gue sih cukup rispek sama persatuan atau Asosiasi Dukun Indonesia ini. Melalui perkumpulan ini, para dukun punya wadah untuk bisa menyuarakan aspirasinya. Dan jangan kaget, kalau ternyata di negara-negara lain juga punya asosiasi dukun kayak di Indonesia ini.

Asosiasi Dukun Kanada misalnya, punya keunggulan memanggil roh halus lewat boneka Vodoo. Atau Asosiasi Dukun Nigeria, bisa menghidupkan orang mati.

Karena setiap asosiasi dukun antara negara ini punya kemampuan masing-masing, gak heran kalau bakal ada LDI atau Liga Dukun Internasional. Ya, mirip-mirip Olimpiade kalau di bidang olah raga.

Cabangnya pun macam-macam. Ada cabang pesugihan, cabang santet, cabang jin penglaris, cabang jaran goyang dan lain-lain.

Melihat potensi dan fenomena apa yang terjadi sekarang ini, gue cukup yakin, di sinilah Indonesia akan berjaya di bandingkan negara-negara lain. Cuma di Liga Dukun Internasional.



Kita pun akan menitikkan air mata, melihat Gus Samsudin menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan kalung medali emas menempel di lehernya layaknya Taufik Hidayat juara bulu tangkis di Athena, Yunani.

3 comments:

  1. wkwkwkwk, asosiasi dukun Indonesianya, adalah sekumpulan orang yang punya nama Dukun gitu aja ya, hahaha.
    Kayaknya kok, lebih terkenal Dedi Dukun ketimbang dukun beranak *loh :D

    ReplyDelete
  2. Sejujur nya enggak ngikutin soal dukun" ini yang emang lagi ramai di bahas, karena ngerasa enggak penting aja.

    Soalnya gue masih mikir, kalo emang dukun nya hebat bahkan sampai ada asosiasi nya seperti itu, kenapa Tim bola kita enggak juara-juaraaaa

    Atau hal itu emang di luar job desk jadi dukun yh,,,?

    ReplyDelete
  3. Wkwkwk lucu banget ya dukun ikut MOS suruh bawa barang aneh.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.