10 Tips Bermain Fantasy Premier League Supaya Panen Poin!

 



Fantasy Premier League atau FPL bukan sesuatu yang asing bagi pecinta Liga Inggris. Selain mendukung klub jagoannya bertanding, kamu juga bisa terlibat sebagai “manajer” untuk tim fantasi yang disusun setiap minggunya. Di musim 2022/2023, tercatat lebih dari 6 juta tim turut serta di FPL.

Kalau nggak salah, gue sudah bermain FPL sejak musim 2014/2015. Meskipun pada saat itu hanya coba-coba sehingga perolehan poin yang gue dapat nggak terlalu besar, tapi seiring berjalannya waktu gue sudah mempelajari hal-hal apa saja yang patut diperhatikan untuk bermain FPL. Apalagi buat kamu yang baru pertama kali mencoba dunia Fantasy Premier League yang penuh ketidakpastian.

Nah, apa aja strategi dan tips bermain Fantasy Premier League? Mending simak 10 tips berikut ini!

1. Tentukan Pemain Premium



Sebelum berjalannya liga, setiap manajer diberi kebebasan memilih pemain-pemain yang ingin dimasukan ke dalam tim. Dengan syarat, tidak boleh melampaui budget belanja sebesar  £100 juta dan tidak boleh memiliki lebih dari 3 pemain dalam satu tim. Apabila liga sudah berjalan, manajer hanya boleh melakukan satu kali transfer pemain setiap gameweek.

Pemilihan pemain premium ini jadi kunci untuk mendulang banyak poin. Sebelum itu, mungkin ada yang belum tahu, apa sih pemain premium? Ini merupakan istilah yang biasa dipakai untuk merujuk kepada pemain-pemain yang konsisten menyumbang poin banyak setiap minggunya, tapi memiliki harga yang cukup mahal.

Contoh pemain premium ini seperti Mo Salah, Kevin de Bruyne, Harry Kane, Son, Trent Alexander-Arnold, Cancelo, dan lain-lain. Deretan pemain itu, bisa jadi jaminan tim fantasimu memanen poin. Namun, seperti yang disebutkan, pemain-pemain itu dibanderol dengan harga mahal. Sehingga biasanya setiap tim hanya bisa memiliki 3 atau 4 pemain berlabel premium. 

2. Catat Pemain Murah tapi Gak Murahan



Berbeda dengan poin pertama, di tips kedua ini kamu harus mencari pemain-pemain potensial. Maksudnya, para pemain yang secara harga nggak terlalu mahal, tapi penampilannya bikin kita senang.

Contoh pemain yang punya harga murah tapi nggak murahan di FPL adalah John Lundstram di musim 2019/2020. Pemain Sheffield United ini memiliki harga 4,0 di awal musim, tapi siapa sangka hingga pertengahan musim, Lundstram bahkan mengungguli pemain premium seperti Salah dan Aguero dalam urusan memanen poin.

Jadi, inilah yang mesti diperhatikan dalam bermain FPL. Harus bisa menemukan pemain potensial yang harganya murah tapi nggak murahan.

3. Cermati Pemilihan Kapten



Kapten memiliki peranan penting untuk setiap manajer FPL. Pasalnya, pemain yang dipilih sebagai kapten, poinnya akan dikalikan dua. Untuk itu, pemilihan kapten pun sangat krusial dan penting.

Sepanjang pengalaman gue bermain FPL, kunci suksesnya adalah pemilihan kapten yang tepat. Makanya gue sangat jarang berspekulasi untuk menentukan kapten. Dalam tiga tahun terakhir, bisa dibilang Mo Salah adalah pemain paling konsisten sehingga layak untuk terus dijadikan kapten.

4. Kiper Cadangan Nggak Perlu Mahal



Pemain yang kamu pilih ke dalam tim FPL nggak melulu harus mewah loh. Kamu harus bijak membagi-bagi budget transfer ke posisi yang dirasa penting. Mungkin salah satu pos yang perannya nggak terlalu istimewa adalah penjaga gawang cadangan.

Untuk itu, saran gue sih lebih baik pilih penjaga gawang dengan harga paling murah. Biasanya beberapa penjaga gawang yang jarang main dihargai 4,0 saja. Lumayan kan budgetnya dipakai untuk nambah-nambah beli pemain premium.

5. Perhatikan Algojo Bola Mati



Tips bermain FPL selanjutnya adalah memperhatikan siapa-siapa saja pemain yang menjadi spesialis bola mati. Mengingat bola mati seperti sepak pojok, tendangan bebas, atau tendangan penalti memiliki potensi dalam mencetak gol.

Dengan itu, pemain-pemain spesialis bola mati memiliki peluang untuk membuat assist atau gol. Di Liverpool ada Trent Alexander-Arnold atau di Manchester City punya Kevin de Bruyne.

6. Pilih Pemain Belakang yang Hobi Menyerang



Pemain belakang atau defender juga punya peran penting loh di tim FPL. Tapi ingat, usahakan jangan pilih pemain belakang yang pasif. Dalam artian, pemain belakang ini hanya bisa mencetak poin kalau timnya clean sheet saja.

Pilihlah pemain belakang yang juga hobi dalam menyerang. Biasanya para pemain belakang yang berposisi sebagai full back atau wing back jadi favorit manajer FPL. Mereka tidak hanya berpaku menjaga gawang tetap steril, tapi juga punya kemampuan membuat assist atau bahkan gol.

7. Jangan Buru-Buru Pakai Chips



Chips merupakan sebuah fitur di FPL yang dapat membantu para manajer untuk mengumpulkan lebih banyak poin. Terdapat 4 chips yang bisa digunakan yaitu, Bench Boost, Triple Captain, Free Hit, dan Wildcard. Keempat chips tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Dengan mengaktifkan chips Bench Boost misalnya, berarti poin yang diperoleh oleh pemain cadangan di tim mu akan dihitung. Untuk chips Triple Captain berfungsi melipatgandakan poin kaptenmu menjadi 3 kali. Lalu ada Free Hit yang memiliki fungsi membebaskan kamu untuk membeli pemain dalam satu game week, namun pemain yang kamu beli tidak permanen sehingga akan kembali menjadi skuad normal di game week berikutnya setelah penggunaan Free Hit. Terakhir adalah Wildcard. Setiap manajer diberikan dua chips Wildcard yang masing-masing dapat digunakan di setiap paruh musim kompetisi. Chips ini sangat penting karena memiliki membebaskan setiap manajer untuk membeli pemain tanpa biaya apapun. Pemain yang dibeli pun akan jadi pemain permanen.

Keempat chips itu harus digunakan dalam kondisi yang tepat. Misalnya saja chips Triple Captain yang lebih direkomendasikan ketika pemainmu memainkan double game week atau bermain dua pertandingan dalam satu minggu.

8. Mengikuti Berita Sepak Bola



Sebagai manajer FPL kamu dituntut juga untuk terus mengetahui perkembangan sepak bola Liga Inggris. Pasalnya info-info ini akan berpengaruh terhadap pemilihan pemain tiap pekan. Misalnya saja ada pemain-pemain yang sedang cedera. Atau pemain yang sedang dalam performa menurun karena alasan eksternal.

Contoh paling nyata di musim lalu terjadi pada Paul Pogba. Membuka musim dengan mencatatkan 4 assist, membuat Pogba digadang-gadang sebagai pemain yang akan banyak mendulang poin. Tapi siapa sangka, kisruh yang terjadi di dalam tubuh Manchester United membuat performa Pogba jauh menurun.

9. Menonton Setiap Pertandingan Premier League



Data statistik memang akan membantumu menganalisis kemampuan pemain. Namun ada istilah jika mata tidak pernah bohong. Hal ini ini juga berlaku untuk bermain FPL. Boleh saja kamu memilih pemain-pemain di tim fantasimu dengan mengandalkan data yang banyak bertebaran di mana-mana, tapi jika kamu salah membaca data tersebut, bisa-bisa kamu malah memilih pemain flop.

Inilah fungsinya menonton pertandingan Premier League setiap pekan. Dengan menonton langsung, kamu bisa mengetahui secara pasti seperti apa sih kemampuan pemain yang sedang kamu incar.

10. Berdoa



Fantasy Premier League atau FPL sama halnya dengan game-game lain. Meskipun kamu sudah menerapkan segala strategi, tetap aja ada sebuah ketidakpastian. Misalnya saja tiba-tiba kapten yang kamu pilih malah mendapatkan kartu merah.

Jadi, untuk bermain FPL, perlu banyak-banyak berdoa juga ya!

No comments:

Powered by Blogger.